Meski Alami Patah Kaki di Madinah, Jemaah Haji Asal Tarakan Tetap Semangat Beribadah

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi fisik jemaah haji asal Kalimantan Utara menjadi perhatian serius selama menjalani rangkaian ibadah di Kota Madinah, Arab Saudi.

Padatnya aktivitas ibadah hingga mobilitas tinggi di tengah cuaca panas dinilai berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan maupun kecelakaan bagi jemaah.

Perhatian itu mencuat setelah salah jemaah asal Kota Tarakan, Ismawati, mengalami patah kaki saat hari pertama kedatangan rombongan di Madinah. Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Balikpapan itu mengalami kecelakaan saat turun dari bus.

Ketua Kloter 7 Balikpapan, Sayid Abdullah mengatakan korban langsung mendapat penanganan medis dan menjalani operasi di rumah sakit setempat.

“Yang bersangkutan mengalami patah kaki saat turun dari bus di Kota Madinah. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit dan dilakukan operasi. Saat ini kakinya dipasangi pen dan beliau masih menggunakan kursi roda untuk beraktivitas, termasuk saat menuju masjid,” ujarnya.

Kendati masih dalam masa pemulihan, korban tetap menunjukkan semangat menjalankan ibadah bersama rombongan lainnya. Saat ini Ismawati telah kembali bergabung dengan jemaah Kloter 7. Bahkan, Ismawati masih mengikuti sejumlah agenda ziarah bersama jemaah lainnya di Madinah.

“Kemarin beliau masih sempat ikut kegiatan ziarah ke percetakan Al-Qur’an dan beberapa lokasi lainnya bersama jemaah lain,” tuturnya.

Sayid menjelaskan, Kloter 7 Embarkasi Balikpapan membawa sebanyak 358 jemaah asal Provinsi Kalimantan Utara dan dua jemaah asal Kalimantan Timur dengan status tanazul.

“Yang saya bawa di Kloter 7 sebanyak 358 jemaah yang berasal dari Provinsi Kalimantan Utara dan dua orang dari Kalimantan Timur sebagai jemaah tanazul. Artinya, yang bersangkutan sebelumnya tidak layak terbang pada Kloter 6, namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan akhirnya dinyatakan layak untuk berangkat bersama Kloter 7,” sebutnya.

Memasuki hari keenam di Madinah, seluruh jemaah masih menjalani berbagai rangkaian ibadah seperti salat berjamaah di Masjid Nabawi, sunnah arba’in hingga ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah Islam.

Pihak kloter pun terus mengingatkan jemaah, terutama lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit, agar menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan menuju Kota Makkah pada 14 Mei 2026.

“Kami selalu mengingatkan terutama untuk jemaah lansia atau yang memiliki riwayat penyakit berisiko tinggi agar menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *