Soroti Potensi Manipulasi Domisili, DPRD Tekankan Pengawasan SPMB 2026 

benuanta.co.id, TARAKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Markus Minggu, mengatakan pembahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Senin (4/5/2026) menitikberatkan pada mekanisme jalur penerimaan siswa.

“Untuk SPMB ini di SMP ada empat jalur, yakni jalur domisili, mutasi, afirmasi dan prestasi. Sementara di SD hanya tiga jalur tanpa prestasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara prinsip tidak ada perbedaan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Namun terdapat kebijakan pengecualian terkait jumlah siswa dalam rombongan belajar (rombel).

“Di SMP dari 32 menjadi 36 siswa per rombel, sementara SD dari 28 menjadi 30 sampai 32 siswa. Ini bagian dari kebijakan pengecualian,” sebutnya.

Markus mengingatkan agar pelaksanaan di lapangan diawasi ketat, terutama untuk mencegah praktik manipulasi domisili yang kerap muncul saat penerimaan siswa baru.

“Jangan sampai ada perpindahan domisili mendadak hanya untuk masuk sekolah tertentu,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD akan turun langsung melakukan pengawasan selama proses SPMB berlangsung pada Juni mendatang.

Selain itu, DPRD juga mendorong adanya solusi melalui diskresi untuk kasus tertentu, seperti siswa yang orang tuanya baru pindah dan belum memenuhi syarat administrasi.

“Kita tidak ingin ada anak yang tidak sekolah. Solusinya bisa dengan penambahan rombel atau penempatan di sekolah lain yang masih ada kuota,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Tamrin Toha, menegaskan seluruh mekanisme SPMB tetap mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) yang telah ditetapkan.

“Diskresi itu tetap harus dalam koridor aturan. Kita tidak boleh melanggar ketentuan dari Kementerian,” ungkapnya.

Ia memastikan, secara umum daya tampung sekolah di Tarakan masih mencukupi, khususnya untuk jenjang SMP. “Bahkan di SMP kita masih kekurangan siswa. Jadi secara keseluruhan aman,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *