Haru dan Bahagia Jelang Haji, Suciyati Asal Tarakan Panjatkan Doa untuk Kesehatan dan Kelancaran Ibadah

benuanta.co.id, TARAKAN – Perasaan haru bercampur bahagia dirasakan jemaah haji asal Tarakan, Suciyati, menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci.

Di tengah momen sakral tersebut, ia mengungkapkan doa dan harapan pribadinya.

“Senang, sedih, gimana ya, berdoa saja saya semoga dikasih kekuatan dan kesehatan sampai kembali ke tanah air dengan sempurna,” harapnya.

Menjelang keberangkatan, Suciyati mengawali hari dengan ibadah dan persiapan spiritual. Ia juga telah menggelar doa bersama sebelumnya, termasuk syukuran yang dilaksanakan pada 22 April bersama kerabat dan teman-teman.

Baca Juga :  Wacana Penerapan Bahasa Prancis, Disdik Tarakan Soroti Ketersediaan Guru

“Tadi juga saya didoakan, dilepas dengan Pak Ustaz Mustapa, semoga saya bisa kembali dengan sempurna,” ucapnya.

Dari sisi kesehatan, Suciyati mengaku menjaga pola makan demi kesiapan fisik selama ibadah haji. Ia rutin mengonsumsi buah, makan nasi sekali sehari, serta mengimbanginya dengan makanan ringan seperti oatmeal dan susu.

“Kalau pagi biasanya minum kopi, tadi juga sempat sarapan soto,” tambahnya.

Baca Juga :  Keluar ke Jalan Raya, Pengendara Vario Ditabrak dari Belakang di Jalan Kusuma Bangsa

Terkait perlengkapan, sebagian besar barang bawaan telah dikumpulkan sebelumnya. Ia hanya membawa perlengkapan ringan seperti mukena dan makanan ringan untuk perjalanan.

“Bawa mukena sama snack buat di pesawat, itu saja,” jelasnya.

Dukungan keluarga menjadi kekuatan tersendiri bagi Suciyati. Ia diantar oleh anak dan kerabat hingga ke lokasi keberangkatan. Di balik perjalanan ibadahnya, Suciyati juga menyimpan harapan besar. Ia bernazar agar kedua anaknya segera dikaruniai keturunan.

Baca Juga :  Harga Tiket Pesawat ke Krayan Mahal, Begini Respons DPRD Tarakan

“Mudah-mudahan anak saya dikasih momongan, itu doa utama saya,” ungkapnya.

Ia diketahui memiliki dua anak laki-laki yang telah menikah sejak 2018 dan 2019. Satu anak lainnya telah meninggal dunia akibat kecelakaan pada tahun 1996.

Kendati diliputi rasa haru, Suciyati tetap bersyukur atas kondisi kesehatannya saat ini.“ Alhamdulillah sehat,” tutupnya singkat. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *