GRIB Jaya Dikecam, MUI: Ormas Tidak Boleh Menipu dan Meresahkan Masyarakat

benuanta.co.id, TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan meminta organisasi kemasyarakatan (Ormas) bijak dan mengutamakan kedamaian dan ketertiban dalam penolakan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Tarakan.

Ketua MUI Tarakan, K.H. Abdul Samad menuturkan, MUI sebagai lembaga keagamaan tidak berada dalam posisi untuk menghakimi, namun memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan nasihat dan doa bagi kebaikan masyarakat.

“MUI ini kan lembaga organisasi keagamaan, jadi tentu kami hanya dapat memberikan nasihat dan mendoakan agar setiap kelompok di tengah masyarakat, apapun bentuk dan namanya, bisa menjadi penebar manfaat, bukan pembawa dampak negatif,” jelasnya.

Baca Juga :  Keluar ke Jalan Raya, Pengendara Vario Ditabrak dari Belakang di Jalan Kusuma Bangsa

Mengenai isu keberadaan GRIB Jaya di Kota Tarakan, ia menyebut, selama aktivitas Ormas tersebut berada dalam koridor hukum, serta memiliki niat membantu masyarakat dan menjaga ketertiban, maka MUI mendukung upaya-upaya yang positif tersebut.

Kendati demikian, pihaknya menekankan pendekatan yang santun. Selain itu, Ormas yang tidak boleh menipu dan menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pelaksanaan Iraw Tengkayu Dimajukan ke Juli, Persiapan Sudah 50 Persen

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab semua pihak termasuk ormas dan tokoh masyarakat. Berkaitan dengan aksi penolakan tersebut hal ini merupakan salah satu kebebasan untuk berekspresi dan berpendapat.

“Menolak itu kan aspirasi, kita ini era kebebasan. Selama masih dalam koridor hukum dan tidak melanggar aturan, saya pikir sah-sah saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Antisipasi Pemadaman Listrik saat SPMB, Disdik Tarakan Siapkan Skema Pendaftaran Manual

Ia berharap berharap, agar semua pihak, termasuk GRIB Jaya di bawah pimpinan Hercules, dapat mengambil peran positif dalam menjaga stabilitas sosial.

“Semoga saudara Hercules dan rekan-rekannya di GRIB itu bisa menjadi bagian dari solusi, bukan masalah karena stabilitas sosial adalah amanah bersama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *