Disdik Tarakan Minta Sekolah Tak Jual Seragam Siswa Terlalu Mahal

benuanta.co.id, TARAKAN – Sebuah video viral di media sosial X menyoroti protes seorang warga mengenai mahalnya harga seragam sekolah. Meski video tersebut diduga berasal dari Jawa Barat, Dinas Pendidikan Tarakan memastikan hingga saat ini belum ada keluhan serupa di Kota Tarakan.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Muhmmad Tahir menyatakan tidak ada laporan terkait mahalnya harga seragam sekolah negeri. Baik di tingkat SD maupun SMP di Tarakan.

Baca Juga :  Program Rp3 Miliar per Kelurahan, Koperasi Merah Putih di Tarakan Lebih Butuh Modal Usaha

“Untuk seragam, kebijakan ini kembali ke masing-masing sekolah, umumnya baju batik dan olahraga yang menjadi ciri khas sekolah,” jelas Tahir pada Rabu (21/08/2024).

Tahir juga menjelaskan, harga seragam sekolah juga akan menyesuaikan kondisi ekonomi keluarga para siswa.

“Bagi yang mampu, mungkin harga seragam terasa wajar. Namun, bagi yang kurang mampu, pasti terasa berat. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan telah mengadakan program bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang kurang mampu,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemasokan Sapi di Tarakan Diduga Dikuasai Oknum, Peternak Keluhkan Pungutan Tak Berdasar

Saat ini, proses seleksi penerima bantuan sedang berlangsung untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Selain itu, Tahir mengimbau agar sekolah-sekolah yang menjual seragam tidak menetapkan harga yang terlalu mahal. Ia berharap kebijakan ini dapat membantu meringankan beban orang tua dalam menyediakan seragam sekolah.

Terpisah, Murni seorang guru di SDN 016 Tarakan, menegaskan seragam yang dijual di sekolahnya hanya berupa baju batik dan olahraga. Sedangkan seragam lainnya dapat dibeli di luar sekolah.

Baca Juga :  Tarakan Titik Transit Strategis Misi TNI AU ke Brunei Darussalam

“Tidak ada paksaan dari sekolah. Jika siswa sudah memiliki seragam, seperti seragam bekas kakaknya, itu juga boleh digunakan,” ujar Murni.

Dengan kebijakan ini, diharapkan orang tua siswa di Tarakan tidak merasa terbebani oleh biaya seragam sekolah,  serta dapat lebih fokus pada pendidikan anak-anak mereka. (*)

Reporter: Maqbul

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *