Pemkot Tarakan Berikan Bonus pada Pemenang MTQ Tingkat Provinsi

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memberikan bonus kepada qori dan qoriah yang mendapatkan juara pada lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi yang digelar di Kabupaten Tana Tidung (KTT) beberapa waktu lalu.

Pemberian bonus tersebut dilaksanakan di Rumah Jabatan Wali Kota Tarakan pada Kamis, 20 Juni 2024 malam. Pada kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Tarakan, Dr. Busatan mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti lomba tersebut.

Baca Juga :  Psikolog Sebut Tekanan Mental Remaja dan Dewasa Berbeda, Gangguan Mental Bukan Sekadar Soal Iman

“Saya tentu saja mengapresiasi kepada pelatih, peserta yang telah sukses mengikuti lomba MTQ ke IX di KTT. Alhamdulillah, lancar, sehat semua,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemkot Tarakan juga mengucurkan bonus kepada qori dan qoriah yang meraih  juara pertama, kedua dan ketiga di masing-masing nomor lomba.

Ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Tarakan untuk meningkatkan bonus lomba. “Ini mungkin perlu kita cari di mana masalahnya. Apakah di masalah kesejahteraan, mungkin daerah lain menjanjikan umrah, sementara Tarakan hanya bonus juara I Rp 5 juta. Saya sudah minta dengan pak sekda, asisten I, kepada bagian kesra supaya tahun depan peringkatnya naik, kalau bisa juara I,” terangnya.

Baca Juga :  Wacana Penerapan Bahasa Prancis, SD Utama 2 Tarakan Soroti Kesiapan Guru

Ia berharap peserta yang mengikuti lomba dapat mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya lomba semata mencari juara namun, ada makna penting yang terkandung didalamnya.

“Jadi makna yang terkandung dalam Al-Qur’an kita terapkan di kehidupan kita sehari-hari. Kita implementasikan bukan hanya membaca saja tapi mengamalkannya menjadi pedoman hidup,” terangnya.

Baca Juga :  Pemasokan Sapi di Tarakan Diduga Dikuasai Oknum, Peternak Keluhkan Pungutan Tak Berdasar

Selain itu, ia meminta perwakilan lomba MTQ dapat meningkatkan prestasinya di masa akan datang. Menurutnya, perlu ada evaluasi dari keikutsertaan peserta lomba MTQ tahun ini.

“Tarakan berada di peringkat III. Ini kan harus kita evaluasi ketika tahun 2025 di Kabupaten Nunukan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *