TARAKAN – Selain untuk pengendalian air ke permukaan dengan tindakan memperbaiki genangan atau banjir, Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes mengatakan, pembangunan drainase sekaligus jalan inspeksi yang saat ini sedang dikerjakan di Wilayah Sebengkok dan Selumit juga akan mengedepankan estetika.
Namun, untuk pembangunan di wilayah Sebengkok, dr. Khairul meminta agar dinas terkait untuk kembali meninjau ke lapangan. Sebab, berdasarkan pantauan orang nomor satu di Tarakan ini, di lokasi tersebut masih ada jalan inspeksi yang belum sesuai dengan tujuan awal pembangunan.

“Iya pas sepedaan sendiri saya pergi lihat, saya tanya masyarakat. Ya memang ada beberapa 2 atau 3 rumah yang masih berdiri, akhirnya jalan inspeksi yang dihitung sekitar 4 meteran, jadinya cuma sisa 1 meter saja. Jadi itu mempengaruhi tujuan awalnya membuka jalan sepanjang drainase itu. Itu yang saya sampaikan ke dinas terkait untuk dicek kembali apakah dulu ini belum termasuk pembebasan yang sebelumnya,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id.
Selain itu, warga yang tinggal di bekas pasar Sebengkok yang mengalami musibah kebakaran beberapa bulan lalu itu juga harus dilakukan pemahaman. Bahwa pasar yang diwacanakan bakal digarap tahun depan tersebut.
“Karena kita melakukan penimbunan di situ (pasar) karena kalau kita mau garap misalnya tahun depan, praktis kan itu bisa tenggelam, makanya pasti dinaikin. Ini harus disampaikan memang ke warga, jangan sampai jadi masalahan sosial lagi. Karena ini pasti akan kita timbun untuk penataan ulang dan levelnya tingginya akan sama dengan dranaise,” katanya.
“Sementara rumah ini saya lihat sudah ada yang di bawah, kalau ditimbun hilang bisa-bisa itu rumah. Itu saya minta tadi baik dari Dinas Pekerja Umum, maupun Dinas Perumahan, termasuk juga lurahnya sudah saya minta untuk coba lakukan penelitian di lapangan dan kumpulkan warganya lagi kembali, supaya pembangunan yang kita lakukan ini benar-benar bagus, bermanfaat,” tegasnya.
“Tidak hanya mengatasi airnya, tapi juga mengatasi estetikanya. Saya minta rumah-rumah yang di pinggir kali itu, yang tadinya posisi belakang rumahnya (sebelum kebakaran) menghadap ke sungai, sekarang depan rumahnya yang mengadap ke sungai supaya cantik. Sungainya juga dijaga, bahkan nanti bisa ada perahu-perahu (gondala) yang masuk kayak di Venesia (Italia). Itu harapan-harapan kita, mereka bisa jadikan tempat usaha juga dan berwisata juga,” imbuhnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor: M. Yanudin








Tidak usahlah yg muluk2 kepingin jadi seperti di Venesia pak, trotoar dijlnan utama aja tidak ada estetika nya , seharusnya trotoar bisa membuat wajah kota punya estetika kalau dikerjakan TDK asal jadi dan berkwaliti.