Jam Kunjungan Lapas Berubah Selama Ramadan 

benuanta.co.id, TARAKAN – Jam kunjungan dan penitipan barang untuk warga binaan di Lapas Kelas II Kota Tarakan berubah selama bulan Ramadan.

Kepala Lapas Kelas II Tarakan, Sutarno mengungkapkan pihaknya akan membuka penitipan barang selama satu minggu dan diberlakukan mulai dari siang hari hingga sore saja.

“Jam kunjungan ada perubahan, nanti yang utama untuk penitipan barang itu satu minggu penuh kita berikan. Kunjungan langsung itu juga ada, kita laksanakan siang. Siang ke sore (penitipan barang), malam tidak ada penitipan,” ujar Sutarno.

Baca Juga :  Program Rp3 Miliar per Kelurahan, Koperasi Merah Putih di Tarakan Lebih Butuh Modal Usaha

Di samping itu selama bulan Ramadan untuk meningkatkan pembinaan kepribadian warga binaan lapas, pihaknya juga menjadwalkan program-program selama bula Ramadan.

Program-program tersebut merupakan salat tarawih, tadarus, ceramah agama oleh ustadz dan kegiatan lomba-lomba. Program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan warga binaan selama satu bulan ini.

“Kita rencanakan juga dengan kegiatan kegiatan lomba-lomba terkait dengan lomba azan dan sebagainya. Nanti kita akan susun sehingga kita memang betul betul di bulan suci Ramadan ini memberikan pembinaan kepribadian kepada warga binaan meningkatkan ketakwaan sehingga selama satu bulan full kegiatan nanti kita berikan kepada warga binaan Lapas Tarakan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Temukan Konten Tak Ramah Anak? Warga Bisa Adukan Langsung ke Komdigi

Selain itu, ia juga menambah program baru untuk berbuka. Pihaknya telah menyiapkan ekstra puding untuk warga binaan yang diberikan bersamaan dengan makanan untuk berbuka nantinya.

Disinggung mengenai persiapan remisi lebaran nanti, ia mengungkapkan saat ini pihaknya telah menyusun dan mempersiapkan semuanya agar bisa selesai sebelum lebaran tiba.

“Remisi lebaran sedang kita susun jadi sebelum waktunya lebaran insyaallah semua sudah clear. Ini masih berproses (jumlah tahanan yang mendapat remisi) nanti kita informasikan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Pengusaha Sapi Tarakan Klaim Rugi Ratusan Juta Akibat Pasokan Tak Terkontrol

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *