Dinsos Siapkan Opsi Tangani Bayi yang Ditelantarkan di Lingkas Ujung

Tarakan114 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Tarakan serta kepolisian mengelar rapat koordinasi terkait kasus penelantaran bayi di Lingkas Ujung pada Kamis, 18 Januari 2024.

Rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk menentukan tindak lanjut pasca penemuan bayi tersebut. Pekerja Sosial Pertama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Alghi Fari Smith mengungkapkan untuk saat ini langkah pertama yang dapat ditempuh yaitu proses hukum oleh pihak kepolisian.

“Langkah pertama yang dilakukan tentu proses hukumnya karena ada laporan dari warga setempat ke polres. Polres saat ini sedang menindaklanjuti penyidikan mencari orang tua dari pada bayi,” ujarnya, Kamis (18/1/2023).

Baca Juga :  Jangan Sepelekan Api, Aparat Ingatkan Bahaya Karhutla dan Ancaman Pidananya

Ia juga menjelaskan, bayi tersebut ditemukan dalam keadaan dehidrasi dan kini mendapatkan perawatan di rumah sakit. Setelah dinyatakan kondisinya stabil dan bayi malang tersebut diperbolehkan pulang, maka yang selanjutnya dilakukan oleh pihaknya yaitu menempatkan sementara bayi tersebut ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

BACA JUGA BERITA TERKAIT: 

Heboh! Bayi Laki-laki Diduga Dibuang Orangtuanya di Lingkas Ujung

Baca Juga :  Produksi Air Bersih di Tarakan Turun 30 Persen, Pola Distribusi Bergilir Mulai Dilakukan

Kondisi Bayi Terlantar Kian Membaik, Polisi Sebut Orangtua Bisa jadi Tersangka

Cerita Warga Lingkas Ujung saat Temukan Bayi yang Diduga Dibuang Orangtuanya

Dinsos melalui pejabat yang berwenang akan berkomunikasi dengan LKSA untuk merawat bayi tersebut sementara sambil berproses hukum berjalan. “Sambil juga kita melihat situasi karena sudah ada berapa orang, lebih dari satu berencana untuk mengasuh anak,” ungkapnya.

Dinsos Tarakan juga akan menindak lanjuti setiap informasi keberadaan orang tua bayi tersebut untuk ditelusuri.

Baca Juga :  Cerita Pedagang Telur yang Omzetnya Kian Merosot: Banyak yang Busuk dan Dibuang

“Kita akan tanya kepada ibu kandungnya bagaimana pengasuhan terhadap anaknya. Apa mau bertanggung jawab atau tidak. Kalau dia bilang tidak dengan alasan tertentu, kita tetap menawarkan itu ke keluarga sedarah. Kalau memang keluarga besarnya, keluarga intinya tidak mau maka mekanismenya pengasuhan alternatif,” jelasnya.

“Setelah kemudian kita tempuh tahapan tadi tidak juga ada yang asuh maka alternatif terakhir dia akan di tempatkan di LKSA. Pengasuhannya bukan dalam keluarga tapi dalam pengasuhan lembaga” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *