25 Staf Palang Merah Tarakan Rapid Test Secara Mandiri, Hasilnya Semua Negatif

TARAKAN – Memastikan staf Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan dalam keadaan sehat, 25 orang staf melaksanakan rapid test secara mandiri, Sabtu, 11 Juli 2020 di markas PMI Tarakan.

Dikatakan Ketua PMI Tarakan, Dr. M. Yunus Abbas, M.Si, palang merah Indonesia khusus unit donor darah banyak bersentuhan dengan masyarakat umum, petugas penyemprotan disinfektan pun demikian, staf yang melakukan promo kesehatan, dompet peduli.

Baca Juga :  SPMB Ditutup, Kuota SD dan SMP di Tarakan Hampir Seluruhnya Terisi

“Begitu juga dengan donor darah, penyerahan darah masyarakat masuk kesini. Donor juga orang dari mana-mana kesini, walaupun tetap ada protokol kesehatan, tapi perlu memberikan kepastian, apakah seluruh staf di PMI itu sehat atau tidak sehat,” urainya.

Tak hanya memperhatikan kesehatan para staf, sterilisasi peralatan donor darah pun tak luput menjadi perhatian unit donor darah pad PMI Tarakan. Di PMI Tarakan terdapat dokter dan analis sehingga kegiatan rapid test dalam dilakukan secara mandiri.

Baca Juga :  LBH Hantam Bantah Tuduhan Kepentingan Pribadi dalam Kasus Dugaan Doxing

“Kita ada dokter dan analis jadi kita lakukan secara mandiri. Rapid test internal kami yakni pada staf yang melakukan penyemprotan, promosi, di laboratorium, adtaf, loket depan dan belakang. Hasil semua rapid tes negatif atau non-reaktif,” jelasnya.

“Biaya mandiri dari lingkungan PMI. Dokternya kita tidak bayar hanya untuk alatnya, kalau pengurus harapan kita bisa rapid tes mandiri nanti,” tutup Dr. Yunus.(*)

Baca Juga :  Ruang Gerak Membina Siswa Terbatas, DPRD Tarakan Desak Regulasi agar Guru Tak Mudah Dikriminalisasi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *