DPRD Nunukan Pastikan Mahasiswi Korban Penyekapan Tetap Dapat Pendampingan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kasus penyekapan yang menimpa seorang mahasiswi asal Nunukan di Makassar mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Nunukan. Wakil Ketua DPRD Nunukan, Andi Mariyati bersama Ketua Fraksi Demokrat DPRD Nunukan, Gat Khaleb turun langsung menemui mahasiswa perantauan di Asrama Putri (Aspuri) Nunukan, Makassar, Rabu (20/5/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk dukungan moral bagi mahasiswa berinisial M yang sebelumnya menjadi korban penyekapan di Kota Makassar. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, DPRD memastikan korban maupun mahasiswa asal Nunukan lainnya tidak menghadapi persoalan sendirian di tanah rantau.

“Kami ingin memastikan adik-adik mahasiswa tetap kuat dan tidak kehilangan semangat kuliah. Proses hukum saat ini terus berjalan dan pelaku sudah diamankan Kepolisian Makassar,” kata Andi Mariyati.

Menurutnya, mahasiswa asal daerah perbatasan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah membutuhkan perhatian dan pendampingan, terutama ketika menghadapi tekanan psikologis maupun persoalan hukum.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antarmahasiswa, keluarga, dan pemerintah daerah agar persoalan yang muncul dapat segera diketahui dan ditangani bersama.

Sementara itu, Gat Khaleb menilai mahasiswa Nunukan merupakan aset daerah yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Karena itu, ia meminta peristiwa yang terjadi tidak mematahkan semangat belajar mahasiswa.

“Peristiwa ini jangan sampai mematahkan cita-cita adik-adik. Tetap belajar dengan baik dan jaga nama daerah. Kami di DPRD Nunukan akan terus memberi perhatian terhadap mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah,” ujarnya.

Dalam dialog bersama mahasiswa, DPRD Nunukan juga menyerap berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa selama tinggal di Makassar, mulai dari kondisi asrama, aktivitas perkuliahan hingga kebutuhan penunjang pendidikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Nunukan, Helmi Pudaaslikar yang turut hadir dalam kunjungan itu juga mendorong mahasiswa tetap menjaga solidaritas dan kebersamaan selama berada di perantauan.

DPRD Nunukan berharap kasus yang menimpa mahasiswi asal Nunukan tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh mahasiswa agar lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan, sekaligus memperkuat solidaritas antarsesama mahasiswa daerah di kota perantauan. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *