benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong percepatan penanganan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim)–Kalimantan Utara (Kaltara).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung yang dilakukan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, ke ruas jalan KM 95 yang selama ini menjadi salah satu titik dengan kondisi kerusakan cukup berat.
Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, bersama rombongan harus menempuh perjalanan hampir sembilan jam untuk mencapai KM 95, belum lama ini, guna melihat langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Perjalanan menuju lokasi tidak berjalan mudah. Rombongan melewati jalan berlumpur, tanjakan curam, serta sejumlah ruas yang mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi semakin sulit ketika beberapa kendaraan terjebak di kubangan lumpur sehingga harus ditarik secara bergantian agar dapat melanjutkan perjalanan,” katanya, Selasa (7/7/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai upaya Pemprov Kaltara memperoleh gambaran riil mengenai kondisi infrastruktur yang menjadi jalur penghubung utama antara Kaltara dan Kaltim.
“Jalan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan,” jelasnya.
Menurut Ingkong Ala, hasil peninjauan lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah koordinasi dengan berbagai pihak. Mengingat status dan fungsi jalan yang strategis, penyelesaiannya memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
“Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” tuturnya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. “Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar penanganan jalan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemprov Kaltara berharap percepatan perbaikan jalan perbatasan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta menekan biaya logistik yang selama ini masih tinggi akibat buruknya kondisi infrastruktur.
“Selain itu, akses jalan yang lebih baik juga diharapkan membuka peluang investasi, memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Kaltara dan Kaltim,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







