Jaga Ekosistem Mangrove, Pemprov Kaltara Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Berkolaborasi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan pelestarian ekosistem mangrove tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Keberhasilan menjaga kawasan pesisir dinilai bergantung pada keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha hingga mitra pembangunan.

Hal itu disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setprov Kaltara, Taufik Hidayat, saat menghadiri Kick-Off Meeting dan Sosialisasi Pelaksanaan Forest Programme (FP) VI yang mendukung perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan di Kaltara.

Taufik mengatakan Kaltara sebagai provinsi termuda masih memiliki kawasan hutan yang luas, termasuk ekosistem mangrove yang menjadi habitat berbagai jenis satwa. Karena itu, upaya pelestarian harus terus diperkuat sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Resmikan MTQ X Kaltara, Berharap Lahirkan Qari dan Qariah Berprestasi

“Sebagai daerah yang masih memiliki hutan dan mangrove, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga serta melestarikannya,” ujar Taufik, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, Pemprov Kaltara melalui Dinas Kehutanan bersama instansi terkait akan terus menjalankan program pelestarian hutan. Namun, menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Resmikan MTQ X Kaltara, Berharap Lahirkan Qari dan Qariah Berprestasi

“Kita juga memiliki mitra-mitra yang ikut mendukung pelaksanaan program ini. Jadi tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya ada pada pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan,” katanya.

Menurut Taufik, menjaga kelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan secara bijaksana dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Ia menilai kawasan mangrove memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, termasuk wisata edukasi dan rekreasi seperti memancing, tanpa mengabaikan prinsip kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Resmikan MTQ X Kaltara, Berharap Lahirkan Qari dan Qariah Berprestasi

“Kalau hutan mangrove tetap terjaga, masyarakat akan melihat bahwa kawasan ini memiliki potensi besar, baik untuk meningkatkan ekonomi maupun sebagai tujuan wisata alam,” ujarnya.

Taufik berharap melalui pelaksanaan Forest Programme VI, kesadaran seluruh pihak terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove semakin meningkat sehingga kelestarian hutan pesisir di Kalimantan Utara dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *