benuanta.co.id, NUNUKAN – Wakil Bupati (Wabup) Nunukan H. Hanafiah membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Go To School yang dipusatkan di SMKN 1 Nunukan, Kamis, 28 Juli 2023.
Di era keterbukaan informasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, ditambah arus informasi semakin tidak terbendung. Hal ini menyebabkan aneka asupan informasi masuk dalam masyarakat, mudah untuk dikonsumsi yang kadang kala nyaris tanpa saringan.
Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, mengatakan perkembangan teknologi di satu sisi sangat baik karena masyarakat dapat semakin mudah mendapatkan informasi. Namun di sisi yang lain tanpa adanya saringan yang kuat tidak jarang juga berdampak negatif karena dimungkinkan arus informasi tersebut mengandung doktrin dan ideologi yang tidak sejalan dengan asas dan norma yang berlaku di negara ini, memudarkan makna dan hakikat bernegara dalam pancasila dan kebhinekaan.
Menurutnya, hal ini sepertinya sesuatu yang sepele, namun bila tidak segera diantisipasi dan dibuatkan saluran aspirasinya, maka dapat mengarah pada perpecahan di tengah masyarakat. Ketidakrukunan antar umat beragama dan tindakan-tindakan intoleransi yang berdampak buruk pada kehidupan toleransi antar umat beragama yang telah dibangun sejak negara ini berdiri.
“Saya berpesan kepada siswa baik di SMKN 1 Nunukan bahkan semua yang ada di kabupaten Nunukan generasi muda yang sedang produktif, semua hal ingin diketahui dan diserap, bahkan apa yang dilihat kerap kali ditiru. Di usia muda seperti ini pastilah banyak hal yang ingin dilakukan dan diperbuat sebagai bentuk aktualisasi dan ekspresi diri,” kata Hanafiah.
Tambahnya, pencarian jati diri ini haruslah bisa imbangi dengan pengetahuan yang cukup, norma-norma positif yang tertanam. Terkhusus dalam hal kehidupan sosial kemasyarakatan. FKUB Kabupaten Nunukan memiliki inisiasi menyelenggarakan FKUB go to School, sebagai wujud kepedulian mereka terhadap terwujudnya generasi muda yang plural dan memahami makna saling menghormati, saling menghargai dan mau bersama-sama merawat nilai nilai toleransi antar umat beragama.
Bangsa Indonesia memiliki berbagai suku, agama, ras dan golongan. Berbagai perbedaan janganlah dijadikan pertentangan, justru mari kita jadikan ini sebagai penguat satu sama lain, saling melengkapi dan saling mengisi tanpa harus menanggalkan prinsip yang dimiliki. Kita semua tentunya sudah memahami tentang analogi sapu lidi, yang memiliki kekuatan jika lidi tersebut disatukan dan akan lemah ketika dicerai beraikan, begitulah kita saat ini sebagai bangsa Indonesia.
“Oleh karena itu, jalinan toleransi dari keberagaman kita semua tetaplah senantiasa dijaga dan dipelihara, terkhusus oleh generasi muda yang akan menjadi generasi penerus harapan bangsa,” jelasnya.
Selain itu, Ketua FKUB Nunukan ustaz Hermansyah mengatakan, go to school yang dilakukan di SMKN 1 Nunukan ini akan menghadirkan tiga narasumber dari FKUB perwakilan agama Islam, FKUB perwakilan agama khatolik dan FKUB perwakilan agama Kristen.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







