benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan mulai merealisasikan program Kampung Hortikultura di Kelurahan Selisun. Program yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Nunukan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala DKPP Kabupaten Nunukan, Masniadi mengatakan, sebagai langkah awal pembentukan Kampung Hortikultura pihaknya telah melakukan bersama para petani pada Kamis (12/6/2026). Masniadi mengatakan, Kampung Hortikultura merupakan implementasi dari salah satu dari 17 arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Nunukan di bawah kepemimpinan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri dan Wakil Bupati Hermanus.
“Kebijakan ini kita masukan dalam program kerja sektor pertanian, khususnya subsektor hortikultura,” kata Masniadi.
Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani melalui pendampingan dan dukungan sarana produksi.
“Kami berharap dengan terbentuknya Kampung Hortikultura ini, petani yang memiliki lahan terbatas dapat lebih produktif melalui pendampingan, penyuluhan, serta bantuan sarana pertanian. Kami juga akan melakukan pendataan kembali. Karena itu, kami mohon para petani dapat memberikan informasi yang akurat agar program ini berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan Kampung Hortikultura juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertanian yang ramah lingkungan serta membantu pengendalian inflasi melalui pemenuhan pasokan pangan di Kabupaten Nunukan.
Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan jika para petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana hingga kendala dalam budidaya.
“Sejumlah masukan dan solusi dihimpun sebagai bahan penyusunan langkah lanjutan dalam pembentukan Kampung Hortikultura di Kelurahan Selisun,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan hortikultura berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








