benuanta.co.id, NUNUKAN – Komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat kembali ditunjukkan Tim Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Nunukan. Tim kembali mengantarkan seorang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) penyandang disabilitas ke kediamannya setelah ditemukan menggelandang di jalanan.
PPKS tersebut memiliki keterbatasan fisik sehingga kerap keluar rumah seorang diri dengan cara merangkak atau mengesot. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan dan kesehatannya, terutama saat berada di jalan raya yang ramai dilalui kendaraan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani, mengatakan kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Petugas telah berulang kali mengevakuasi dan mengantarkan yang bersangkutan kembali ke rumah demi memastikan keselamatannya.
“Yang bersangkutan beberapa kali ditemukan berada di luar rumah. Setiap kali menerima laporan dari masyarakat, petugas kami segera melakukan penjemputan dan mengantarkannya kembali ke kediamannya sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan sosial,” ujar Faridah.
Ia menjelaskan, kondisi yang terus berulang tersebut bukan semata-mata karena keinginan PPKS yang bersangkutan, melainkan dipengaruhi keterbatasan fisik dan mental yang membuatnya sulit memahami situasi serta menjaga keselamatan dirinya sendiri.
Melihat kondisi tersebut, Faridah mengajak seluruh keluarga, baik kerabat dekat maupun keluarga besar, untuk memberikan perhatian, pendampingan, dan kasih sayang yang lebih optimal.
“Kami memahami bahwa mungkin pernah ada berbagai persoalan di masa lalu. Namun saat ini beliau adalah seseorang yang membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan kepedulian dari keluarganya. Dukungan keluarga menjadi hal yang sangat penting agar beliau dapat hidup dengan aman dan layak,” katanya.
Faridah menegaskan, Dinas Sosial Kabupaten Nunukan akan terus memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki. Namun demikian, pihaknya masih menghadapi keterbatasan sarana dalam penanganan kasus serupa.
“Saat ini kami belum memiliki fasilitas penampungan khusus bagi penyandang disabilitas. Adapun tempat penampungan sementara yang tersedia memiliki kapasitas terbatas dan belum memadai untuk perawatan maupun pendampingan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Karena itu, menurut Faridah, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga menjadi kunci utama dalam penanganan PPKS, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
“Kami berharap ada kepedulian dari seluruh keluarga untuk bersama-sama menjaga dan mendampingi beliau. Rumah dan kasih sayang keluarga tetap menjadi tempat terbaik bagi seseorang yang berada dalam kondisi rentan,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Faridah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini aktif memberikan informasi kepada Dinas Sosial serta turut membantu menjaga keselamatan PPKS tersebut ketika berada di luar rumah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah peduli dan berpartisipasi membantu. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







