Berau Dikepung Lubang Tambang, Wabup Gamalis Minta Perhatian Serius terhadap Kerusakan Lingkungan

benuanta.co.id, BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang kian terdesak oleh maraknya aktivitas pertambangan. Ia menyebut wilayahnya kini seolah sedang dikepung oleh lubang-lubang bekas tambang.

“Suka tidak suka, mau tidak mau, kita melihat Kabupaten Berau hari ini adalah sebuah kabupaten yang sedang dikepung oleh tambang,” ujar Gamalis, Selasa (21/7/2026).

Gamalis mengungkapkan, awalnya ia menduga aktivitas tambang hanya berada di satu sisi wilayah saja. Namun, realitanya kini tambang telah meluas dari kawasan Kelay, Sambaliung, hingga mendekati kawasan Tanjung Redeb.

Baca Juga :  Wabup Berau Dorong Kemiri Sunan Jadi Solusi Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang

“Kalau ini terus kita biarkan, insya Allah Berau akan hilang, musnah dikepung oleh lubang-lubang tambang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gamalis mempertanyakan kemampuan daerah maupun pihak terkait dalam mengembalikan kondisi alam yang telah rusak akibat galian tambang yang sedemikian besar.

“Pertanyaannya sekarang, kalau sudah bumi kita lubangi, mampukah kita menutupnya? Sebesar gunung lubang tambang itu. Kalau kita harus menutup kembali, maka kita harus membelah satu gunung dan ditutup balik seperti Sodom dan Gomorrah. Saya yakin tidak mampu,” ungkap Gamalis.

Ia juga menyoroti keterbatasan kewenangan pemerintah daerah (Pemda) dalam mengontrol aktivitas pertambangan tersebut. Menurutnya, regulasi, pengawasan, hingga urusan reboisasi atau vegetasi sepenuhnya kini berada di tangan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Bupati Berau Usul Pajang Foto Pembuang Sampah di Videotron demi Efek Jera

“Hari ini kita sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Regulasi pun sudah tidak di kita, pengawasan tidak di kita, re-vegetasi pun sudah di pusat. Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi,” tambahnya.

Sambil mengibaratkan Kabupaten Berau seperti “anak yang sedang menunggu nasib”, Gamalis menyebutkan bahwa pembagian hasil bagi daerah pun terus berkurang. Oleh karena itu, Pemda kini berupaya keras menggenjot sektor UMKM dan pariwisata untuk menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Berau Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Kendati demikian, Gamalis tetap berharap ada solusi nyata terkait rehabilitasi lahan pascatambang agar aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiringan tanpa saling mengorbankan. Ia pun menyambut baik gagasan dan solusi yang ditawarkan oleh para ahli serta pemangku kepentingan untuk merehabilitasi lubang-lubang tambang yang ada.

“Mari kita dukung apa yang disampaikan. Ini adalah bagian bagaimana kita melakukan sebuah solusi akibat dari aktivitas tambang tadi, solusi untuk pascatambang. Antara ekonomi dan rehabilitasi ini sesuatu yang tidak boleh bertentangan, dia harus berjalan seiring sejalan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *