benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai menyusun arah baru pembangunan pariwisata melalui Focus Group Discussion (FGD) Review Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten (RIPPARKAB). Review ini dilakukan untuk memastikan strategi pengembangan pariwisata tetap relevan dengan perubahan regulasi, tren wisata, serta kebutuhan pembangunan daerah hingga 15 tahun mendatang.
Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan tersebut dibuka oleh Bupati Nunukan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pembangunan, Alimuddin, melibatkan perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan dokumen RIPPARKAB.
Alimuddin menyampaikan, peninjauan dokumen RIPPARKAB menjadi langkah penting agar arah pembangunan pariwisata Kabupaten Nunukan tidak tertinggal dari dinamika sektor pariwisata yang terus berubah.
“Pembangunan pariwisata 15 tahun ke depan harus memiliki arah yang jelas. Karena itu, dokumen RIPPARKAB perlu diperbarui agar mampu menjawab tantangan, meningkatkan daya saing destinasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Nunukan perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terarah, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengemasan produk wisata yang memiliki nilai jual.
Pemerintah daerah menargetkan sektor pariwisata tidak hanya menjadi pendukung pembangunan daerah, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Narasumber dari Universitas Udayana Bali, Ida Bagus Suryawan, mengatakan review RIPPARKAB dilakukan karena pembangunan pariwisata saat ini mengalami perubahan besar. Pengembangan destinasi tidak lagi hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menekankan keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
“Paradigma pembangunan pariwisata saat ini tidak hanya berorientasi pada jumlah wisatawan, tetapi bagaimana masyarakat menjadi bagian utama dan memperoleh manfaat dari aktivitas kepariwisataan,” jelasnya.
Dalam proses review, tim penyusun melakukan pemetaan potensi berdasarkan empat kawasan pengembangan pariwisata, yakni Nunukan, Sebuku, Sebatik, dan Krayan. Kajian tersebut kemudian diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar pengembangan destinasi berjalan terpadu.
Selain pemetaan kawasan, penyusunan RIPPARKAB juga menggunakan analisis sentimen digital terhadap destinasi wisata di Kabupaten Nunukan. Data tersebut menjadi bahan untuk melihat persepsi publik sekaligus menyusun strategi promosi yang lebih tepat sasaran.
Tim penyusun turut mengidentifikasi potensi budaya dan arkeologi sebagai bagian dari penguatan identitas pariwisata Nunukan.
Hasil kajian sementara menunjukkan pembangunan pariwisata Kabupaten Nunukan berada pada tahap development. Kondisi tersebut membutuhkan strategi penguatan destinasi unggulan agar mampu menjadi penggerak bagi pengembangan kawasan wisata lainnya.
Dalam menghadapi transformasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, review RIPPARKAB diarahkan pada empat fokus utama, yakni penyelarasan regulasi, evaluasi kinerja pembangunan pariwisata, redefinisi kawasan pengembangan, serta penyusunan strategi baru.
Dalam sesi diskusi, peserta FGD menyoroti sejumlah tantangan utama, seperti keterbatasan anggaran daerah, aksesibilitas antarwilayah, konektivitas kawasan, serta perlunya penguatan identitas setiap destinasi berdasarkan potensi lokal.
Peserta juga mendorong penguatan promosi digital, pengembangan ekonomi kreatif, wisata religi, wisata kuliner, serta optimalisasi potensi unggulan daerah seperti wisata perbatasan, produk berbasis rumput laut, dan komoditas lokal lainnya sebagai daya tarik wisata.
Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen Review RIPPARKAB agar dapat menjadi pedoman pembangunan pariwisata Kabupaten Nunukan yang lebih fokus, realistis, dan berkelanjutan.
Melalui review ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap sektor pariwisata mampu berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah dengan tetap mengedepankan potensi lokal dan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







