Penguatan Kemasan Produk Jadi Strategi Tingkatkan Nilai Tambah UMKM Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari peningkatan kapasitas usaha hingga perluasan akses pembiayaan dan pemasaran.

Kepala Bidang UKM DKUKMPP Nunukan, Mardiana, mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, pelaku usaha di Kabupaten Nunukan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan.

Menurutnya, biaya produksi yang harus ditanggung pelaku UMKM cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lain, khususnya untuk pengadaan bahan baku dan distribusi produk.

Baca Juga :  Lampaui Target, Program RTLH Nunukan Perbaiki 232 Unit Rumah pada 2025

“Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan, biaya produksi yang ditanggung pelaku UMKM cukup tinggi. Karena itu, pelaku usaha harus mampu berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan produknya agar tetap memiliki daya saing,” kata Mardiana.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Selain itu, pelaku usaha juga didorong aktif menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga pembina guna memperoleh akses terhadap pembiayaan, pelatihan, maupun promosi produk.

“Pelaku UMKM perlu memanfaatkan berbagai program pembinaan yang tersedia sehingga peluang untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas semakin terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Apresiasi Kontribusi KKSS dalam Mendukung Pembangunan dan Harmoni Sosial

Mardiana mengungkapkan, DKUKMPP sebenarnya telah merencanakan sejumlah program peningkatan kapasitas UMKM pada tahun 2026, termasuk pelatihan pengemasan (packaging) dan penguatan merek (branding) produk.

Namun, adanya efisiensi anggaran membuat pelaksanaan program tersebut diarahkan melalui pola kolaborasi dengan berbagai instansi dan lembaga. Saat ini, DKUKMPP juga tetap menjalankan program bantuan kemasan produk bagi UMKM yang telah melalui proses kurasi. Program tersebut diprioritaskan untuk produk berbasis komoditas unggulan daerah, seperti rumput laut, hasil perikanan, dan komoditas lokal lainnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas kemasan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung hilirisasi produk daerah agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Larang Pabrik Sawit Mainkan Harga TBS Petani

“Bantuan kemasan difokuskan pada produk-produk yang memiliki potensi pengembangan dan nilai ekonomi tinggi. Sementara untuk program pembinaan lainnya, seluruh sektor UMKM tetap menjadi perhatian,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran, DKUKMPP terus membangun sinergi dengan berbagai pihak guna mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Nunukan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk, memperkuat manajemen usaha, serta memperluas akses pasar sehingga mampu tumbuh menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *