SMK Kesehatan Borneo Gelar Wisuda, Ini Pesan Kadis Kesehatan Nunukan

NUNUKAN – Sebanyak 21 siswa wisuda kompetensi keahlian asisten keperawatan SMKS kesehatan putra borneo Nunukan angkatan VII tahun ajaran 2020/2021. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan dr. Meinstar Tololiu, mewakili Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Kamis (8/4/2021).

Meinstar Tololiu menekankan pentingnya sebuah seminar atau pelatihan motivasi adalah keberanian untuk mulai melakukan apa saja yang diajarkan dalam pelatihan tersebut.

“Tidak ada gunanya teori segunung, jika tidak diikuti oleh aksi – aksi yang nyata. sebuah kata – kata bijak menyatakan ”jangan kebanyakan teori, karena satu ons aksi nilainya sama dengan satu ton teori,” ujarnya.

Apalagi di era keterbukaan dan perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat seperti saat ini, begitu mudahnya menjumpai rumus, formula, atau tips dan trik untuk meraih sukses dalam kehidupan. Pelatihan atau seminar, baik yang gratis ataupun yang berbayar, baik yang online ataupun yang offline begitu gampangnya untuk diakses. Saat ini media sosial, baik itu YouTube, instagram, facebook, atau twitter, rumus – rumus untuk menjadi pemenang begitu bertebaran dan mudah untuk dipelajari,ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Jamin Layanan Kesehatan bagi Peserta JKN Non-aktif

“Seberapa berani kita untuk memulainya. karena menurut harold geneen, seorang pengusaha sukses asal amerika serikat, kesuksesan itu sebetulnya tidak bisa benar – benar diajarkan, melainkan dilahirkan dari sebuah proses yang panjang,” jelasnya.

Dia juga katakan pelajar atau mahasiswa, wisuda atau kelulusan barulah sebuah langkah kecil pertama untuk meraih impian dan cita – cita. Masih begitu panjang perjalanan yang harus ditempuh, masih butuh begitu banyak perjuangan, pengorbanan, rasa sakit bahkan air mata untuk mencapai titik itu.

Baca Juga :  BAPANAS dan Pemkab Nunukan Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Segar di Pasar Tradisional

Apabila menjalani profesi sebagai seorang perawat, yang pada hakekatnya memang memiliki nilai – nilai kebaikan, karena merawat dan mengobati orang yang sedang sakit, maka selain memperoleh kepuasan batin, Allah SWT juga akan memberikan pahala.

“Saya berharap yang baru saja lulus dari sekolah SMKS ini, agar bisa menjadi perawat – perawat yang handal dan profesional. Selalu memegang teguh kode etik dan sumpah janji sebagai seorang perawat, serta selalu melayani seluruh pasien dengan tulus, ikhlas dan tanpa diskriminatif. Jangan pernah memandang kesuksesan dari seberapa banyak materi yang kita peroleh, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Nunukan Raih Nilai IKM dengan Predikat 'Sangat Baik' pada Triwulan I 2026

Meinstar Tololiu mengatakan meskipun terus melakukan upaya – upaya perbaikan, namun tidak boleh menutup mata bahwa masih ada saja catatan dari masyarakat tentang kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah.

“Adanya masukan seperti itu kita terus menyempurnakan pelayanan – pelayanan yang kita berikan. Termasuk menjadi tugas kalianlah, sebagai penerus tongkat estafet dalam pelayanan di bidang kesehatan, untuk menjawab semua catatan dari masyarakat,” jelasnya.(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *