benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menyoroti masalah pelik pembuangan sampah sembarangan di wilayahnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, secara blak-blakan menyebut sampah masih menjadi “musuh utama” yang belum berhasil dituntaskan hingga saat ini.
Hal tersebut disampaikan Gamalis saat menggaungkan kembali Gerakan Indonesia Aksi Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dalam momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tepian Basuli, Sambaliung, Jumat (19/6/2026) pagi kemarin.
“Kita sadari, musuh kita masih sampah sampai saat ini. Kita belum tertib dalam membuang sampah,” ujar Gamalis tegas Sabtu (20/6/2026).
Secara khusus, Gamalis menyentil kebiasaan buruk warga yang kerap membuang sampah di lokasi ilegal.
Salah satu titik yang menjadi sorotan tajamnya adalah sepanjang jalan poros menuju Kampung Bangun di kawasan Sambaliung.
Guna mengatasi masalah yang menahun ini, Pemkab Berau menggalakkan agenda “Selasa dan Jumat Bersih” (Korve) berdasarkan Surat Edaran yang berlaku sejak 30 Maret 2026.
Gamalis menginstruksikan para camat, lurah, kepala kampung, hingga ketua RT untuk menjadi motor penggerak warga dan aktif bekerja sama dengan pihak swasta.
Pola gerakan bersih-bersih yang wajib diterapkan adalah:
• Setiap hari Selasa: Aksi bersih-bersih mandiri minimal selama 30 menit di area kerja, sekolah, dan lingkungan rumah masing-masing.
• Hari Jumat (Sebulan sekali): Gotong-royong massal bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui gerakan rutin ini, Gamalis berharap masyarakat Berau bisa lebih dewasa, disiplin, dan sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat. (adv)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli








