Kasus Asusila Berulang di Berau, Wabup Gamalis: Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku

Pemkab Berau39 views

benuanta.co.id, BERAU–Kasus dugaan tindakan asusila yang kembali terjadi di Kabupaten Berau memicu reaksi keras dari pemerintah daerah.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan kegeramannya atas tindakan amoral yang dilakukan secara berulang oleh oknum tertentu.

Gamalis menegaskan tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi, apa pun latar belakang pelakunya. Menurutnya, supremasi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang mencoreng norma sosial di Bumi Batiwakkal.

Wabup Gamalis menyoroti fakta kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Ia menilai tindakan pelaku sudah sangat mengkhawatirkan karena bersifat residif atau berulang.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Perbaikan, Pemkab Berau Sulap Kawasan Dermaga Rajanta Jadi Lebih Estetis

“Ketika tindakan amoral sudah dilakukan, apalagi ini berulang, bukan sekali-dua kali lagi. Ini sudah dilakukan (hingga) menjadi kebiasaan,” ujar Gamalis dengan nada tegas saat memberikan keterangan kepada media, Senin (11/5/2026).

Ia menambahkan tidak boleh ada lagi kebijakan permakluman atau sekadar penyelesaian kekeluargaan untuk kasus yang sudah masuk kategori amoral serius seperti ini.

Menanggapi situasi yang meresahkan ini, Gamalis menyampaikan pesan khusus kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama para orang tua. Ia mengimbau agar pengawasan terhadap anak-anak lebih diperketat untuk mencegah terjadinya eksploitasi atau tindakan asusila.

Baca Juga :  Bupati Berau Apresiasi Kelurahan Karang Ambun Kelola Limbah Plastik

“Harapannya, masyarakat yang memiliki anak betul-betul menjaga anaknya. Segera lapor ke pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang tidak wajar atau ‘nyeleneh’,” tambahnya.

Selain kepada masyarakat, Gamalis juga mengeluarkan instruksi kepada dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah konkret:

• Monitoring Intensif: Melakukan pengawasan berkelanjutan terhadap lingkungan yang rentan.
• Evaluasi Total: Meninjau kembali langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga :  Sri Juniarsih Ingatkan Para Ayah: Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak Bukan Tugas Ibu Semata

Menutup pernyataannya, Gamalis memberikan pesan menohok bagi pelaku, terutama jika tindakan tersebut berlindung di balik kedok agama atau simbol-simbol tertentu.

“Untuk pelaku, saya kira insaf. Jangan lagi melakukan hal-hal yang mencoreng, apalagi ini (diduga) berbasis agama. Jangan,” tegas Gamalis.

Kini, Pemerintah Kabupaten Berau menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian dan berharap adanya efek jera yang nyata bagi siapa saja yang berani melakukan tindakan asusila di wilayah tersebut. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *