benuanta.co.id, BERAU– Pemerintah Kabupaten Berau kini tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga stabilitas fiskal daerah.
Hal ini menyusul tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang selama ini menjadi tulang punggung APBD Berau.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, M. Said, menegaskan pentingnya kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
M. Said mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk bergerak cepat menginventarisasi potensi pajak yang belum tergarap maksimal. Ada dua strategi utama yang akan dijalankan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.
“Intensifikasi artinya memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada, sementara ekstensifikasi adalah melihat peluang-peluang pajak daerah lain yang selama ini mungkin belum tergarap secara maksimal,” ujar M. Said, Jumat (8/5/2026).
Salah satu poin menarik yang tengah dikaji adalah rekomendasi dari pihak legislatif terkait pengelolaan kapal wisata. Muncul usulan agar kapal-kapal wisata di Berau dikelola melalui satu pintu untuk memudahkan penarikan retribusi.
M. Said menyambut baik usulan tersebut, terutama mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu keunggulan Kabupaten Berau. Namun, ia menekankan segala kebijakan harus berlandaskan regulasi yang kuat.
“Kita lihat dulu regulasinya. Jika memungkinkan untuk ditarik retribusi, kita akan upayakan itu. Sektor pariwisata harus bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD kita,” tambahnya.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Dengan dana transfer yang diprediksi semakin berkurang, Pemkab Berau dituntut untuk lebih inovatif dalam menggali pendapatan dari kaki sendiri.
M. Said berharap, dengan pengelolaan potensi yang lebih terukur dan patuh aturan, Kabupaten Berau tidak lagi terlalu bergantung pada kucuran dana pusat, sehingga agenda pembangunan daerah tetap berjalan lancar.
“Inovasi sangat dibutuhkan untuk kemandirian fiskal daerah kita ke depan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







