50 Pekerja Migran Indonesia Asal NTT Dipulangkan ke Kampung Halaman

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 50 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bau Bau di Pulangkan kekampung halaman menggunakan kapal KM Lambelu pada Jumat 19 Agustus 2022.

Kepala Bidang Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja, Sugiharto, mengatakan, pemulangan pekerja migran Indonesia ini tergantung jadwal kapal. Dari 138 Warga Negara Indonesia (WNI) yang di deportasi pada (11/8) lalu sebagian sudah kembali ke kampung halaman mereka masing-masing hanya saja menyisakan 50 orang dan baru dilakukan pemulangan.

“Kita melihat jadwal kapal tujuan kampung halaman mereka, jadi karena hari ini baru ada jadwal akhirnya kita pulangkan,” kata Sugiharto kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Ditinggal Salat Jumat, Satu Rumah Warga di Desa Binusan Nyaris Ludes Terbakar

Lebih lanjut dia jelaskan, sebelum mereka pulang pihaknya telah melakukan pendataan apakah mereka akan pulang ke kampung halaman atau tidak dari hasil wawancara rata-rata mereka ingin pulang kampung.

Kebanyakan pekerja migran Indonesia ini yang bekerja di Malaysia tidak memiliki dokumen atau masa izin tinggal habis tidak diperpanjang, serta mereka masih ada yang masuk secara ilegal.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Ruas Jalan Lembudud-Long Layu di Krayan Selatan Lumpuh Penuh Lumpur 

Sugiharto berharap bagi kantong-kantong pekerja migran Indonesia harus memberikan pengertian kepada warganya agar masuk secara resmi bukan jalur ilegal, karena Nunukan hanya tempat mereka transit.

“Kalau mau ke Nunukan gunakan jalur resmi, dan lengkapi dokumen sebagai pekerja. Dan yang paling penting ketika merantau bawalah kartu tanda pengenal (KTP),” tegasnya.

Kebanyakan calon pekerja migran Indonesia suka melalui jalur pintas, tanpa berpikir risikonya yang mereka dapatkan. Yang dapat membuat mereka akan susah sendiri. Peran pemerintah setempat atau daerah masing-masing sangat penting sebelum warganya bekerja di luar negeri setidaknya diberikan edukasi.

Baca Juga :  Kemenag dan DPRD Nunukan Cari Solusi Turunnya Pendaftar Madrasah dan Ponpes

Sugiharto juga menyampaikan kebanyakan warga yang melewati Nunukan yang hendak bekerja di Sabah Malaysia, di dominasi warga Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *