NUNUKAN – Plt Bupati Nunukan Ir. H. Faridil Murad yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Nunukan, Muhammad Amin menghadiri peringatan HUT PGRI ke-75 yang dilaksanakan di Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan.
Dikatakan Muhammad Amin, atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan dia mengucapkan selamat hari guru dan selamat memperingati hari jadi Persatuan Guru Republik Indonesia kepada guru, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, terkhusus di Kabupaten Nunukan.

“Bangkitkan semangat, wujudkan merdeka belajar adalah tema hari guru Nasional dan HUT PGRI ke-75 kali ini. Tentunya tema ini makna yang mendalam dalam kondisi dan situasi saat ini,” kata Muhammad Amin, Kamis (26/11/2020).
Dunia pendidikan saat ini penuh dengan tuntutan peningkatan kualitas. Saat ini dunia sedang dihadapkan pada revolusi industri 4.0 dan terus meningkat menuju yang lebih tinggi lagi. Tantangan peningkatan sumber daya manusia tidak lagi dapat terhindarkan, mau tidak mau sebagai para penyelenggara pendidikan hal ini adalah sebuah tantangan tersendiri. Dia berharap bersama dengan tantangan yang ada ini menjadikan terus berbenah, bergerak menuju kemajuan yang nyata di bidang pendidikan.
“Ini menjadi momen yang tepat bagi kita untuk bersyukur sekaligus juga mengevaluasi diri atas capaian-capaian yang telah kita lakukan dan raih hingga saat ini. Kita harus bersyukur memasuki usia yang ke-75 tahun PGRI telah mampu menjadi organisasi yang mampu mewadahi aspirasi para tenaga kependidikan yang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan pendidikan di negeri ini,” jelasnya.
Agar PGRI mampu menjadi organisasi yang dapat terus berkembang dan semakin berkualitas menjalankan tugas dan fungsinya, pemerintah daerah sendiri hingga saat ini terus berupaya untuk dapat mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan sebagai sebuah komitmen pemerintah terhadap bidang pelayanan dasar kepada masyarakat. Selain peningkatan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia juga tidaklah ditinggalkan. Sehingga ini juga menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah.

Namun upaya itu tidaklah dapat berjalan dilakuan pemerintah dengan baik tanpa dukugan dari semua pihak. Oleh karena itu perlu kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat menyukseskan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Terlebih di masa pandemi covid-19 yang merebak di seluruh wilayah Indonesia, bahkan seluruh dunia, di mana pembatasan-pembatasan dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan covid – 19, termasuk juga interaksi belajar tatap muka di sekolah terhenti yang digantikan dengan sistem online.
Hal ini juga menuntut kemampuan segenap tenaga pengajar untuk bisa tetap memberikan yang terbaik bagi para siswa dan siswi. Kualitas yang sama antara sistem belajar tatap muka dan daring tentunya menjadi pertaruhan dalam penyelenggaraan pendidikan saat ini.
Muhammad Amin memastikan anak didik merdeka dalam belajar di masa pandemi covid-19 ini tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab anak didik dan guru saja, namun perlu keterlibatan dan kerja sama yang baik dari orang tua yang mendampingi anak-anaknya di rumah. “Karena itu dapat menjadi pemacu bagi kita semua untuk membangun kesadaran bersama dalam mewujudkan kemerdekaan belajar di masa pandemi,” ujarnya. (*)
Reporter: Darmawan
editor: M. Yanudin







