benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana sosial nonalam (kebakaran) di Jalan Sei Fatimah, RT 004, Desa Ujang Fatima, Kecamatan Nunukan.
Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Nunukan, Farida Ariyani mengatakan, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Pelopor Perdamaian (Pordam) sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Ada tiga kepala keluarga (KK) atau lima jiwa menerima paket bantuan kedaruratan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok pasca kejadian,” kata Farida.
Bantuan yang disalurkan berasal dari dua sumber pendanaan. Bantuan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara meliputi peralatan dapur, foodware, family kit, kidsware, kasur, tenda gulung, selimut, serta makanan siap saji.
Sementara itu, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan berupa paket sandang yang terdiri atas baju daster, kaos, sarung, celana training, dan mukena. Selain itu, disalurkan pula paket bahan pangan yang berisi gula, teh, sarden, dan minyak goreng.
Farida juga menegaskan Dinas Sosial P3A Kabupaten Nunukan berkomitmen untuk terus siaga dan memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian bencana maupun kondisi kedaruratan sosial di wilayah Kabupaten Nunukan.
Proses penyaluran bantuan turut mendapat perhatian dari unsur legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Nunukan Komisi I, Muhammad Mansur, hadir langsung di lokasi untuk meninjau penyaluran bantuan bersama aparat Pemerintah Desa Ujang Fatima dan Ketua RT 004. Ia mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, DPRD, serta relawan Tagana dan Pordam, kami berharap proses pemulihan para korban dapat berlangsung lebih cepat sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







