Struktur Besi Dermaga Sei Jepun Keropos, Keselamatan Jalur Vital Nunukan–Sebatik jadi Perhatian Serius

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi Dermaga Sei Jepun di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, yang menjadi urat nadi transportasi masyarakat perbatasan Nunukan–Sebatik, kini mendapat perhatian serius. Sejumlah bagian struktur besi dermaga dilaporkan mengalami korosi akibat paparan air laut, sehingga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna dan kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Menyikapi kondisi itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan memastikan perbaikan dermaga akan segera dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Seluruh perencanaan teknis disebut telah rampung dan kini tinggal memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Abdul Munir, mengatakan pekerjaan akan difokuskan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan paling parah, terutama struktur besi yang mulai keropos akibat usia pemakaian dan korosi air laut.

“Kegiatan ini sudah dihitung, tinggal nanti di lapangan. Kira-kira satu bulan lagi kami akan mengerjakan dermaga yang terbongkar, termasuk besi yang sudah keropos akibat air laut,” kata Abdul Munir, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Warga Nunukan Selatan Sudah Bisa Urus Surat Menyurat dari Rumah Pakai Aplikasi NUSAKU

Tak hanya mengganti material yang rusak, Dishub juga akan melakukan penguatan pada tiang pancang dermaga guna menjaga stabilitas bangunan dari terpaan arus laut yang kuat dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di perairan Nunukan.

“Pemeliharaan tiang pancang ini untuk mengantisipasi agar dermaga tidak lari atau bergerak karena besarnya arus. Apalagi cuaca ekstrem juga sering terjadi di kawasan dermaga,” ujarnya.

Perbaikan tersebut dinilai mendesak mengingat Dermaga Sei Jepun merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Pulau Nunukan dan Sebatik. Setiap hari, dermaga ini menjadi jalur mobilitas masyarakat, distribusi barang kebutuhan pokok, hingga aktivitas perdagangan yang menopang perekonomian kawasan perbatasan.

Kerusakan yang dibiarkan berlarut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jasa transportasi laut, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang serta aktivitas bongkar muat yang berlangsung setiap hari.

Baca Juga :  Hindari Anjing Motor Pegawai Ini Masuk Jurang 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Nunukan berupaya memastikan perbaikan dilakukan secepat mungkin agar fungsi dermaga tetap optimal dan tidak menghambat pergerakan orang maupun barang.

“Pemerintah harus memastikan kegiatan masyarakat, baik pergerakan orang maupun barang, tetap berjalan lancar. Karena itu kondisi dermaga harus terus dijaga agar tidak menghambat aktivitas warga,” tegas Abdul Munir.

Dengan perbaikan yang segera dilakukan, Dermaga Sei Jepun diharapkan kembali kokoh dan aman, sehingga mampu terus menjadi penopang utama aktivitas transportasi dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan Nunukan–Sebatik.

Sultan (42), salah seorang penumpang asal sebatik yang rutin menggunakan Dermaga Sei Jepun untuk bepergian antara Nunukan dan Sebatik, mengaku menyambut baik rencana perbaikan yang akan dilakukan pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi beberapa bagian dermaga memang sudah terlihat memprihatinkan dan membuat sebagian pengguna jasa transportasi merasa khawatir saat naik maupun turun dari kapal.

Baca Juga :  Kadin dan Bea Cukai Nunukan Perkuat Sinergi Dorong Perdagangan Lintas Negara yang Legal

“Kalau memang segera diperbaiki tentu kami sangat mendukung. Dermaga ini setiap hari dipakai masyarakat, jadi faktor keamanan harus menjadi prioritas. Beberapa bagian memang sudah terlihat berkarat dan rusak,” ujar Sultan.

Ia berharap proses perbaikan dapat dilakukan tepat waktu tanpa mengganggu aktivitas penyeberangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat perbatasan.

“Mudah-mudahan pengerjaannya cepat dan tetap memperhatikan kelancaran aktivitas penumpang. Karena banyak warga yang bergantung pada jalur ini untuk bekerja, berdagang, maupun urusan keluarga,” tambahnya.

Sultan juga berharap setelah perbaikan selesai, pemerintah dapat melakukan pemeliharaan secara berkala agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi dan Dermaga Sei Jepun tetap aman digunakan dalam jangka panjang. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *