benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kabupaten Nunukan. Dalam peringatan tersebut, Nunukan ditetapkan pada level waspada dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Selain Kabupaten Nunukan, status waspada juga diberlakukan untuk Kabupaten Malinau. Sementara itu, tidak ada wilayah di Kalimantan Utara yang masuk kategori siaga, awas, maupun berpotensi angin kencang pada periode yang sama.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan, William Sinaga, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan, meski kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.
“Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Nunukan. Masyarakat kami imbau tetap waspada terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan, seperti genangan, banjir di daerah rendah, longsor di wilayah perbukitan, serta pohon tumbang,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang berlaku mulai 3 Agustus pukul 08.00 Wita hingga 4 Agustus pukul 08.00 Wita, sebagian besar kecamatan di Kabupaten Nunukan diprakirakan mengalami hujan pada pagi hari. Memasuki siang hingga malam, cuaca umumnya berawan hingga cerah berawan, sebelum kembali berawan pada dini hari.
Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan pada pagi hari di antaranya Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sei Menggaris, Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong, dan beberapa wilayah lainnya.
William mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor maupun yang beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum beraktivitas. Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai angin, waspadai kenaikan debit sungai, dan bagi nelayan maupun pengguna transportasi laut agar memastikan kondisi cuaca aman sebelum berlayar,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG. William berpesan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







