benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Nunukan masih berada pada kategori baik hingga sedang berdasarkan pemantauan konsentrasi Particulate Matter (PM2.5) yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Nunukan.
Data pemantauan yang diperbarui pada Rabu, 16 September 2026 pukul 09.00 Wita menunjukkan, wilayah Kabupaten Nunukan secara umum berada dalam kategori baik, dengan rentang konsentrasi PM2.5 sebesar 0–15,4 µg/m³. Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya masuk kategori sedang, yakni pada rentang 15,5–55,4 µg/m³.
Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara di wilayah Nunukan masih dapat diterima oleh mayoritas masyarakat. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan kualitas udara, khususnya apabila terjadi peningkatan konsentrasi PM2.5.
“Secara umum kualitas udara di Kabupaten Nunukan masih dalam kategori baik hingga sedang. Masyarakat tetap dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi BMKG,” ujar William.
Ia menjelaskan, PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke saluran pernapasan. Sehingga, perubahan konsentrasi partikel tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan apabila kualitas udara mengalami penurunan.
“Penggunaan masker saat kondisi udara memburuk serta menghindari sumber polusi dan asap rokok juga menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan,” terangnya.
Berdasarkan informasi BMKG, peringatan dini kualitas udara ekstrem diperbarui setiap hari pukul 09.00 Wita dan mencakup prakiraan hingga tiga hari ke depan.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui informasi resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







