benuanta.co.id, NUNUKAN – Produksi rumput laut yang melimpah belum menjadi jaminan meningkatnya pendapatan petani di Kabupaten Nunukan. Memasuki September 2026, harga komoditas tersebut justru merosot hingga Rp20 ribu per kilogram.
Salah satu pembudidaya rumput laut di Mamalo, Kamaruddin, mengungkapkan harga rumput laut mulai mengalami penurunan sejak akhir Agustus 2026.
“Awalnya harga masih sekitar Rp27 ribu per kilogram, kemudian turun menjadi Rp25 ribu. Sekarang ada yang hanya dihargai Rp20 ribu,” sebut Kamaruddin.
Padahal, kata dia, sepanjang awal tahun hingga Agustus, harga rumput laut masih cukup tinggi, yakni berada pada kisaran Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram. Kondisi ini mulai dirasakan petani, terutama di kawasan Mamolo. Di tengah produksi yang sedang melimpah, petani justru harus menghadapi penurunan harga jual.
Kamaruddin menilai kondisi pasar bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga. “Produksi memang sedang banyak, tetapi kualitas juga menjadi pertimbangan pembeli. Karena ada rumput laut yang dikirim dalam kondisi lembap atau bahkan basah,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas rumput laut dan berpengaruh terhadap harga yang diterima petani. Karena itu, proses pascapanen menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Ia menyarankan petani memastikan rumput laut benar-benar melalui proses pengeringan sebelum dipasarkan, dengan kadar air berada pada kisaran 37 hingga 39 persen.
“Kalau kadar airnya sesuai, kualitasnya lebih baik dan peluang mendapatkan harga yang lebih bagus juga semakin besar,” ujarnya.
Selain pasar lokal, rumput laut asal Nunukan juga dikirim ke sejumlah daerah di luar Kalimantan, di antaranya Surabaya dan Makassar. Besarnya pasar tersebut dinilai menjadi peluang bagi pengembangan komoditas rumput laut di Nunukan.
Namun, Kamaruddin mengingatkan peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas.
“Jangan hanya mengejar jumlah produksi. Penanganan setelah panen juga harus diperhatikan karena kualitas itulah yang nantinya menentukan harga jual,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







