62 Pengelola Wisata Digembleng, Pemkab Nunukan Tekankan Keselamatan Wisatawan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai memperkuat pengelolaan destinasi wisata dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, H. Surai, mengatakan pengembangan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada keindahan destinasi dan jumlah kunjungan. Keselamatan wisatawan harus menjadi bagian utama dalam pengelolaan.

“Pariwisata juga membutuhkan sebuah tim yang kuat. Ada pemerintah, masyarakat, Pokdarwis, pemandu wisata, pelaku usaha dan generasi muda. Semua harus bergerak bersama,” kata Surai.

Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Nunukan sangat besar, baik wisata alam, budaya maupun wisata berbasis masyarakat. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal jika pengelolaannya tidak dibarengi dengan kesiapan menghadapi risiko di lapangan.

Baca Juga :  HUT ke-27 Nunukan, Pemkab Paparkan Capaian Kinerja

“Jangan hanya bicara soal promosi dan kunjungan. Kita juga harus memastikan wisatawan merasa aman, nyaman, bersih dan mendapatkan pelayanan yang baik,” tegasnya.

Surai menekankan, pengelola destinasi harus memahami potensi bahaya di masing-masing kawasan wisata. Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, menurutnya, tidak boleh menjadi hal yang baru dipikirkan ketika terjadi insiden.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kita ingin wisatawan menikmati destinasi di Nunukan dengan aman dan nyaman, bukan justru membawa pulang pengalaman buruk,” ujarnya.

Baca Juga :  Langgar Aturan Keimigrasian, WNA Asal Pakistan Dideportasi dari Nunukan

Ia juga meminta Pokdarwis yang telah dikukuhkan tidak sekadar menjadi organisasi formal dengan struktur kepengurusan. Pokdarwis harus aktif mengambil peran dalam menjaga destinasi, memberikan pelayanan kepada wisatawan serta ikut mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

“Pokdarwis jangan hanya ada namanya. Harus ada aktivitas dan kontribusinya. Destinasi harus dijaga bersama, termasuk kebersihan, keamanan, kenyamanan dan kelestarian alam,” jelasnya.

Surai juga mendorong generasi muda terlibat lebih aktif dalam sektor pariwisata. Menurutnya, perkembangan pariwisata dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk berinovasi sekaligus menciptakan peluang usaha baru.

Baca Juga :  Perputaran Ekonomi Paras Fest 2026 Tembus Rp12,6 Miliar

“Workshop ini diikuti 62 peserta, terdiri dari pengelola destinasi wisata Sae Lanuka, Pokdarwis, pengelola destinasi wisata Mangrove Belagaone serta pengelola destinasi wisata Pantai Eching,” tambahnya.

Pemkab Nunukan berharap penguatan kapasitas tersebut mampu mendorong pengelolaan destinasi yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga aman, profesional dan berkelanjutan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *