Gardu PLN di Jalan RA Kartini Nunukan Terbakar

Nunukan5 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga di Jalan RA Kartini, Kecamatan Nunukan Tengah, dibuat panik setelah melihat api keluar dari dalam gardu listrik milik PLN, Senin (14/9/2026) malam sekitar pukul 18.17 Wita.

Kobaran api yang muncul dari gardu PLN di pinggir jalan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga. Pasalnya, gardu berada di kawasan yang cukup ramai dan berdekatan dengan permukiman serta fasilitas umum.

Melihat kondisi ini, warga sekitar langsung mengambil tindakan cepat. Sebagian warga menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, sementara warga lainnya mengambil alat pemadam api ringan (APAR) milik Masjid Al Aziz dan milik salah seorang warga, Muslimin, yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ekonomi Nunukan Tumbuh 3,95 Persen pada Triwulan II 2026

Dengan menggunakan APAR, warga berupaya memadamkan api yang keluar dari dalam gardu hingga akhirnya berhasil dikendalikan sebelum api membesar.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan petugas yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Begitu mendapat informasi, anggota langsung menuju lokasi. Saat petugas tiba, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga menggunakan APAR,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, tindakan cepat warga menjadi salah satu faktor penting sehingga api tidak sempat berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Baca Juga :  Modus Mengantar Pulang, Pria Mabuk di Nunukan Diduga Perkosa Perempuan 17 Tahun di Bengkel

“Yang paling penting masyarakat sudah mengambil langkah awal dengan menggunakan APAR. Setelah petugas tiba, kami memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada potensi api kembali menyala,” jelasnya.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, api diduga berasal dari gangguan pada komponen gardu listrik. Dugaan sementara, kondisi tersebut berkaitan dengan transformator (trafo) listrik yang mengalami kelebihan beban.

Meski demikian, Wahyudi menegaskan penyebab pasti munculnya api masih menjadi kewenangan pihak terkait untuk memastikan, khususnya dari PLN.

Baca Juga :  62 Pengelola Wisata Digembleng, Pemkab Nunukan Tekankan Keselamatan Wisatawan

“Untuk penyebab pastinya masih menunggu pemeriksaan dari pihak PLN. Dugaan awal memang berkaitan dengan kelebihan beban pada trafo,” katanya.

Petugas Damkar kemudian melakukan pengecekan di sekitar gardu untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun potensi bahaya bagi warga. Setelah dipastikan aman dan terkendali, situasi di lokasi kembali kondusif.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya keberadaan APAR di lingkungan masyarakat. “Respons cepat warga dalam menggunakan APAR berhasil mencegah gangguan pada gardu listrik tersebut berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *