benuanta.co.id, NUNUKAN – Kabupaten Nunukan mengalami deflasi sebesar 0,74 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1,34 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 1,23 persen.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, mengatakan deflasi bulanan dipengaruhi oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK).
“Pada Juli 2026, Kabupaten Nunukan mengalami deflasi sebesar 0,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 1,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,68,” ujarnya.
Meski terjadi deflasi secara bulanan, Iskandar menjelaskan tekanan inflasi tahunan masih berasal dari sejumlah kelompok pengeluaran.
Iskandar menerangkan, penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil 0,46 persen, disusul kelompok transportasi sebesar 0,39 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen.
Sementara itu, untuk kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan andil inflasi sebesar 0,25 persen. Lalu di kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,11 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,06 persen, pakaian dan alas kaki 0,02 persen, serta kesehatan 0,01 persen.
Di sisi lain, kelompok makanan, minuman dan tembakau justru menjadi penekan inflasi dengan andil minus 0,32 persen. Kelompok pendidikan tercatat mengalami andil minus 0,01 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya relatif stabil atau tidak memberikan andil terhadap inflasi.
Iskandar menambahkan, jika dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Utara, tingkat inflasi tahunan Nunukan masih tergolong rendah. Pada Juli 2026, inflasi Kota Tarakan tercatat sebesar 2,60 persen, sedangkan Kabupaten Bulungan sebesar 1,29 persen.
“Perkembangan inflasi ini menunjukkan harga barang dan jasa di Nunukan relatif terkendali. BPS akan terus memantau dinamika harga sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







