Ringgit Menguat, Kunjungan Warga Malaysia ke Nunukan Melonjak Dua Kali Lipat

benuanta.co.id, NUNUKAN – Jumlah warga negara asing Malaysia yang berkunjung ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami peningkatan signifikan selama Mei 2026. Menguatnya nilai tukar Ringgit terhadap rupiah disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya mobilitas masyarakat dari negeri jiran tersebut.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, sebanyak 2.286 warga Malaysia tercatat masuk melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka sepanjang Mei 2026. Angka ini melonjak drastis dibandingkan April 2026 yang hanya mencapai 1.007 orang.

Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Donly Siahaan, menjelaskan penguatan Ringgit membuat daya beli masyarakat Malaysia di wilayah perbatasan meningkat, sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah kunjungan ke Nunukan. Ia menyebut, lonjakan tersebut merupakan yang paling mencolok dalam beberapa bulan terakhir, dengan jumlah kedatangan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Kios Pulsa di Nunukan Hangus Terbakar

Menurut Donly, sebagian besar warga Malaysia yang datang ke Nunukan tidak bertujuan untuk bekerja. Mereka umumnya memanfaatkan kunjungan tersebut untuk bersilaturahmi dengan keluarga maupun menikmati waktu berlibur di kawasan perbatasan.

“Tingginya mobilitas lintas batas antara Malaysia dan Nunukan memang sudah menjadi hal yang lazim. Mayoritas pengunjung datang untuk bertemu keluarga serta berwisata,” ujarnya.

Baca Juga :  Operasi Patuh Kayan Ditunda, Pengawasan Lalu Lintas di Nunukan Tetap Berjalan

Berdasarkan data menunjukkan bahwa Mei menjadi periode dengan angka kedatangan warga Malaysia tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, arus keluar masuk warga negara Indonesia melalui perbatasan masih berada dalam kondisi stabil, dengan jumlah pergerakan berkisar antara 5.000 hingga 6.900 orang setiap bulan sepanjang Januari hingga Mei 2026.

“Tentunya peningkatan kunjungan tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” terangnya.

Baca Juga :  Dramatis! Damkar Nunukan Evakuasi Pekerja Bangunan Pingsan di Lantai Dua

Bertambahnya wisatawan dari Malaysia diperkirakan dapat mendorong aktivitas perdagangan, sektor kuliner, transportasi, hingga usaha penginapan di Nunukan.

Donly menegaskan, pihak Imigrasi memandang situasi ini sebagai peluang positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Namun demikian, pengawasan keimigrasian tetap dilakukan secara optimal guna menjaga keamanan serta kedaulatan negara di wilayah perbatasan.

Ia memastikan Imigrasi Nunukan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat penegakan hukum keimigrasian melalui berbagai kebijakan dan inovasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *