Pemerintah Pusat Matangkan Pembangunan PLBN Sei Menggaris, Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Baru

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah pusat terus mematangkan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Menggaris di Kabupaten Nunukan. Kehadiran PLBN tersebut diproyeksikan tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Keseriusan itu ditunjukkan melalui kunjungan kerja Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Dr. Nurdin, bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait ke Kecamatan Sei Menggaris, Selasa (21/7/2026).

Nurdin mengatakan konsep pembangunan kawasan perbatasan kini telah berubah. Menurutnya, pemerintah tidak lagi hanya menitikberatkan pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadikan kawasan perbatasan sebagai pusat aktivitas ekonomi.

“PLBN tidak hanya berfungsi sebagai pos pemeriksaan. Kami ingin kawasan ini menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu menarik investasi, memperlancar arus perdagangan, memperkuat konektivitas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan,” katanya.

Baca Juga :  BPBD Nunukan Terima Bantuan Logistik BNPB, Prioritas Korban Longsor Krayan

Ia menjelaskan, Sei Menggaris memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Serudong, Sabah, Malaysia. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk mengembangkan jalur perdagangan internasional.

“Kalau infrastruktur tersedia dan konektivitas terbuka, biaya logistik akan turun, arus barang menjadi lebih cepat, dan aktivitas ekonomi masyarakat akan berkembang. Inilah yang sedang kita siapkan melalui pembangunan PLBN,” terangnya.

Menurut Nurdin, pembangunan kawasan perbatasan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak pada berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi hingga kesejahteraan masyarakat.

“Negara harus hadir di perbatasan, bukan hanya melalui pengamanan wilayah, tetapi juga lewat pembangunan ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, kesejahteraan masyarakat meningkat dan kedaulatan negara akan semakin kuat,” tegasnya.

Ia memastikan pemerintah pusat terus mempercepat proses perencanaan agar pembangunan PLBN Sei Menggaris dapat segera direalisasikan sesuai arah kebijakan nasional.

Baca Juga :  Kecelakaan Ekskavator di Sembakung Hambat Mobilitas Warga

“Kami tidak ingin kawasan perbatasan hanya menjadi wilayah yang dilewati. Kawasan ini harus menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha, dan meningkatkan daya saing daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, menyebut kunjungan BNPP RI menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan PLBN Sei Menggaris. Menurut Robby, kawasan perbatasan di wilayah utara Kabupaten Nunukan memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut belum berkembang maksimal karena keterbatasan infrastruktur.

“Selama ini potensi perbatasan sangat besar, namun belum didukung infrastruktur yang memadai. Dengan adanya PLBN, kami optimistis aktivitas perdagangan akan semakin berkembang dan kawasan ini tumbuh menjadi pusat ekonomi baru,” ucapnya.

Baca Juga :  Vonis 1,6 Tahun untuk Terdakwa Kecelakaan Maut Atlet Panjat Tebing Philipus Rinaldi Tuai Kekecewaan Keluarga

Robby mengatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi seluruh persyaratan pembangunan, mulai dari penyediaan data, sinkronisasi program hingga kesiapan kawasan.

“Kami terus menyiapkan data, melakukan sinkronisasi program, serta memastikan kesiapan kawasan agar ketika pembangunan dimulai seluruh proses dapat berjalan lebih cepat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan PLBN juga diyakini akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur penunjang, seperti jalan, jaringan listrik, telekomunikasi, kawasan permukiman hingga tumbuhnya sektor usaha mikro dan jasa.

“PLBN Sei Menggaris kami harapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Nunukan. Kehadirannya akan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat perbatasan,” tutupnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *