benuanta.co.id, NUNUKAN – Muh. Sakhi El Azzam, siswa kelas 6 SDIT Al Huda Sebatik, berhasil melangkah ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional setelah sebelumnya hanya mampu mencapai tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
Sakhi akan mewakili Kaltara pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bersama Muh. Alfaizi Vigo Pangarsa, siswa kelas 6 SD Negeri 002 Nunukan.
Bagi SDIT Al Huda Sebatik, capaian tersebut bukan sekadar prestasi siswa. Lolosnya Sakhi menjadi catatan pertama bagi sekolah yang berdiri sejak 2015 itu karena untuk pertama kalinya ada siswa yang mampu menembus OSN hingga tingkat nasional.
Kepala SDIT Al Huda Sebatik, Ustazah Hasni, mengatakan keberhasilan Sakhi merupakan hasil dari proses yang cukup panjang. Lantaran, pada OSN tahun sebelumnya, Sakhi sudah mampu bersaing hingga tingkat provinsi, namun belum berhasil melanjutkan ke tingkat nasional.
“Jadi tahun lalu sebenarnya sudah sampai provinsi. Tahun ini baru bisa lanjut dan berhasil masuk ke tingkat nasional,” ujar Hasni.
Pengalaman tersebut tidak membuat Sakhi berhenti. Ia kembali mengikuti seleksi OSN tahun ini dengan persiapan yang lebih serius hingga akhirnya berhasil mendapatkan tiket menuju tingkat nasional.
Hasni menyebut Sakhi memiliki kemampuan yang cukup baik dalam berbagai mata pelajaran. Namun, sekolah melihat potensi yang lebih menonjol pada bidang IPS sehingga pembinaan kemudian diarahkan pada mata pelajaran tersebut.
Untuk menghadapi persaingan tingkat nasional, Sakhi mendapat pendampingan dari guru di sekolah. Latihan tidak hanya dilakukan saat jam belajar, tetapi juga dilanjutkan di rumah dengan melibatkan orang tua.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membantu proses persiapan tersebut. Ketika guru pendamping berhalangan karena memiliki kesibukan lain, latihan tetap berjalan dengan memberikan soal-soal dari berbagai referensi untuk dikerjakan Sakhi di rumah.
“Pendampingan tidak berhenti di sekolah. Kalau guru sedang ada kegiatan, kami siapkan bahan latihan dan orang tua ikut mendampingi Sakhi belajar di rumah,” jelasnya.
Menurut Hasni, keberhasilan Sakhi sekaligus menunjukkan bahwa siswa dari wilayah perbatasan memiliki peluang yang sama untuk bersaing dalam kompetisi akademik tingkat nasional.
“Ini menjadi pengalaman pertama bagi sekolah kami. Kami ingin membuktikan bahwa berada di perbatasan bukan berarti kesempatan untuk berprestasi juga terbatas,” tegasnya.
Kini, Sakhi bersiap membawa nama SDIT Al Huda Sebatik dan Provinsi Kalimantan Utara di OSN tingkat nasional.
“Kita berharap capaian ini dapat menjadi pemicu bagi siswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengejar prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







