Bocah Tenggelam di Dermaga PMKT Bulungan Ditemukan Meninggal Dunia

Bulungan20 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Pencarian terhadap Z (5), bocah asal Teluk Selimau yang dilaporkan tenggelam di depan Dermaga PMKT, Kabupaten Bulungan, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Rabu (2/9/2026) sekitar 200 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Tarakan, Dede Hariana, mengatakan Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Rabu pukul 10.00 WITA dari Ibu Via yang merupakan tetangga korban. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tenggelamnya korban terjadi sejak pukul 03.43 WITA.

“Informasi yang kami terima dari pelapor menyebutkan adanya satu orang anak tenggelam di depan Dermaga PMKT,” ungkapnya, Selasa (2/9/2026).

Lokasi kejadian berada di perairan depan Dermaga PMKT, Kabupaten Bulungan, pada koordinat 2°51’25.11”N 117°25’14.18”E. Jarak lokasi tersebut diperkirakan sekitar 3,68 nautical miles dari Unit Siaga SAR Bulungan dengan heading 68,99 derajat dan estimasi waktu tempuh sekitar 20 menit.

Baca Juga :  Empat Hari Ikut Pemadaman Karhutla, Warga Sajau Hilir Meninggal di Lokasi Kebakaran

“Dari Unit Siaga SAR Bulungan menuju lokasi kejadian, estimasi waktu tempuh Tim SAR kurang lebih 20 menit,” paparnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian terhadap korban. Sejumlah unsur SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar perairan dan titik lokasi korban terakhir dilaporkan tenggelam.

“Setelah informasi diterima, Tim SAR gabungan langsung melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” jelasnya.

Upaya pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pukul 13.50 WITA. Tim SAR gabungan menemukan Zaenab dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Dermaga PMKT, tepatnya pada koordinat 2°51’26.3”N 117°25’20.5”E.

“Korban berhasil ditemukan pada pukul 13.50 WITA dalam kondisi meninggal dunia,” terangnya.

Ia menambahkan, lokasi penemuan korban berada sekitar 200 meter dari Last Known Position atau titik awal korban dilaporkan tenggelam. Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi Tim SAR gabungan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Bulungan.

Baca Juga :  Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Transportasi Laut Diminta Waspada

“Korban ditemukan kurang lebih 200 meter dari titik LKP dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kabupaten Bulungan,” tambahnya.

Korban diketahui berinisial Z, seorang anak perempuan berusia lima tahun yang berdomisili di Teluk Selimau. Dalam operasi tersebut, korban menjadi satu-satunya target pencarian dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Jumlah target pencarian satu orang dan seluruh target telah ditemukan,” bebernya.

Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur terlibat, yakni Unit Siaga SAR Bulungan, BPBD Kabupaten Bulungan, TNI AL, Polairud Bulungan, Polsek Bulungan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, PMI Bulungan, serta masyarakat. Seluruh unsur tersebut turut melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

“Operasi ini dilaksanakan bersama unsur SAR gabungan dengan melibatkan instansi terkait, PMI dan masyarakat,” tuturnya.

Untuk mendukung operasi pencarian, Tim SAR gabungan juga mengerahkan sejumlah alat utama dan peralatan SAR. Sarana yang digunakan meliputi satu unit rescue car, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), satu set peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan SAR air.

Baca Juga :  Predator Ukuran Besar Mati Terjaring Pukat Warga di Sungai Sekatak

“Alut dan peralatan SAR dikerahkan untuk mendukung proses pencarian hingga evakuasi korban,” lanjutnya.

Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 14.05 WITA. Dengan ditemukannya satu-satunya korban dalam operasi tersebut, Operasi SAR hari pertama dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

“Pada pukul 14.05 WITA Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dan operasi SAR dinyatakan selesai, selanjutnya seluruh unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tegasnya.

Selama pelaksanaan operasi pencarian, tidak terdapat faktor penghambat yang berarti. Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian juga terpantau cerah sehingga mendukung pelaksanaan pencarian oleh Tim SAR gabungan.

“Faktor penghambat nihil dan kondisi cuaca selama operasi berlangsung cerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *