Kualitas Udara Tanjung Selor Kategori Sangat Tidak Sehat

Bulungan0 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kualitas udara di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), terus mengalami peningkatan signifikan pada Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG Tanjung Harapan pada pukul 16.00 WITA, kualitas udara di Tanjung Selor sudah masuk kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 mencapai 158,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, hasil pemantauan juga masih menunjukkan adanya tren peningkatan.

Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Agus Ariyanto mengatakan, kondisi kualitas udara di Tanjung Selor saat ini masih terus mengalami perubahan dan menunjukkan peningkatan.

Baca Juga :  Predator Ukuran Besar Mati Terjaring Pukat Warga di Sungai Sekatak

“Untuk kondisi terbaru pada pukul 16.00 WITA, kualitas udara di wilayah Tanjung Selor sudah masuk kategori sangat tidak sehat dengan angka PM2.5 mencapai 158,7 mikrogram per meter kubik. Kondisinya juga masih menunjukkan tren peningkatan,” ujarnya Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, kondisi seperti ini perlu diperhatikan karena partikel PM2.5 memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat terhirup ketika masyarakat melakukan aktivitas di luar ruangan.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang penting. Kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati.

Baca Juga :  Asap Karhutla, Kualitas Udara di Bulungan Masuk Kategori Tidak Sehat

“Untuk masyarakat tetap waspada, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Kalau tidak ada kegiatan yang terlalu penting, aktivitas di luar sebaiknya dikurangi,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi kualitas udara yang semakin meningkat juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan. Bupati Bulungan Syarwani sebelumnya telah menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa.

Kebijakan itu dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi udara masih kurang baik.

“Ini menjadi atensi, melihat anak-anak sekolah dengan kondisi yang tidak memungkinkan, apalagi dengan kondisi seperti ini,” ungkap Syarwani.

Baca Juga :  Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, Transportasi Laut Diminta Waspada

Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin anak-anak tetap melakukan aktivitas di sekolah jika kondisi udara sedang tidak mendukung. Meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah, para guru tetap menjalankan pembelajaran dari sekolah.

“Teruntuk guru tetap melakukan pembelajaran dari sekolah dengan melakukan pembelajaran jarak jauh dengan jaringan,” tegasnya.

Untuk saat ini, masyarakat di Tanjung Selor dan sekitarnya diimbau tetap mengikuti perkembangan kualitas udara. Jika kondisi udara terus meningkat, masyarakat diminta lebih mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *