Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir pada Malam hingga Dini Hari di Kabupaten Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan mengimbau masyarakat Kabupaten Nunukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang disertai petir pada malam hari di sejumlah wilayah, berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku mulai Rabu, 22 Juli 2026 pukul 08.00 Wita hingga Kamis, 23 Juli 2026 pukul 08.00 Wita.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari di sebagian besar wilayah Kabupaten Nunukan umumnya berawan hingga cerah berawan. Namun, memasuki malam hari, beberapa kecamatan diprakirakan mengalami hujan disertai petir, terutama di wilayah Lumbis Ogong, Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Tulin Onsoi, serta hujan ringan hingga sedang di Sebuku dan Sembakung Atulai.

Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Petani, DKPP Nunukan Apresiasi Bantuan Pertanian dari Bank Indonesia

Sementara itu, wilayah Nunukan, Nunukan Selatan, Sei Menggaris, Sembakung, Lumbis, serta kawasan Sebatik secara umum diprakirakan didominasi cuaca berawan pada siang hari, dengan peluang hujan ringan pada dini hari di beberapa lokasi.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan, William Sinaga, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, terutama pada sore hingga malam hari.

Baca Juga :  Vonis 1,6 Tahun untuk Terdakwa Kecelakaan Maut Atlet Panjat Tebing Philipus Rinaldi Tuai Kekecewaan Keluarga

“Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah berpotensi hujan petir, kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca seperti sambaran petir, angin kencang sesaat, serta jalan yang licin akibat hujan. Nelayan dan pengguna transportasi sungai maupun laut juga diharapkan memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas,” ujar William Sinaga.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan suhu udara berkisar 20–30 derajat Celsius, kelembapan udara 71–100 persen, serta kecepatan angin sekitar 2–14 km/jam, kondisi atmosfer masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan.

Baca Juga :  Ratusan Paket Logistik BNPB untuk Korban Longsor Krayan Mulai Disalurkan

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca demi menjaga keselamatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *