Pemkab Nunukan Perkuat Kapasitas UMKM lewat Pelatihan Manajemen Bisnis dan SIAPIK

benuanta.co.id, NUNUKAN– Kemampuan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan dinilai masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan manajemen bisnis dan penggunaan aplikasi keuangan SIAPIK.

Pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam menyusun pencatatan keuangan usaha, mengelola arus kas, hingga memahami pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha. Langkah itu dinilai penting agar pelaku UMKM memiliki tata kelola usaha yang lebih baik dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Kepala Bidang UKM DKUKMPP Nunukan, Mardiana, mengatakan masih banyak pelaku usaha mikro yang menjalankan bisnis tanpa pencatatan keuangan yang tertib. Padahal, administrasi usaha menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan perkembangan usaha.

“Pelaku UMKM perlu memahami bahwa pencatatan keuangan merupakan dasar dalam menjalankan usaha. Dari sana mereka bisa mengetahui kondisi usaha, keuntungan, hingga perputaran modal,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku usaha saat ini juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, termasuk dalam pengelolaan administrasi usaha. Karena itu, DKUKMPP memperkenalkan aplikasi SIAPIK yang dikembangkan Bank Indonesia sebagai sarana pencatatan keuangan sederhana bagi UMKM.

“Aplikasi ini memudahkan pelaku usaha mencatat transaksi harian secara lebih rapi dan terstruktur. Harapannya, mereka bisa mulai membangun kebiasaan administrasi usaha yang baik,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas UMKM tidak hanya berkaitan dengan produksi dan pemasaran, tetapi juga kemampuan mengelola usaha secara profesional. Menurutnya, banyak usaha mikro sulit berkembang karena lemahnya manajemen dan pencatatan keuangan.

“Kadang usaha berjalan, tetapi pelaku usaha tidak mengetahui secara pasti kondisi keuangannya. Ini yang sering menjadi kendala ketika usaha ingin berkembang atau mengakses pembiayaan,” jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah daerah berharap pelaku UMKM di Nunukan semakin siap menghadapi persaingan usaha, lebih adaptif terhadap digitalisasi, serta mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *