benuanta.co.id, NUNUKAN– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, meningkat sepanjang Maret 2026.
Sedikitnya ada delapan kejadian tercatat di sejumlah wilayah dengan total luasan terbakar mencapai belasan hektare baik yang ditangani oleh Kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan.
Kepala Sub Informasi BPBD Nunukan, M Basir mengatakan, peristiwa terbesar terjadi pada 9 Maret di Desa Binusan, yang menghanguskan sekitar 5 hingga 9,5 hektare lahan. Kebakaran diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, kemudian meluas akibat cuaca kering dan angin kencang.
“Memasuki pekan ketiga, karhutla kembali terjadi di Kecamatan Sebatik Barat pada 25–26 Maret dengan luasan sekitar 0,8 hingga 1 hektare. Selang sehari, dua titik kebakaran juga muncul di wilayah Nunukan Selatan dan sekitarnya,” sebut Basir.
Secara umum, kebakaran yang terjadi berskala kecil namun tersebar di berbagai lokasi. Meski demikian, akumulasi luasan terdampak tetap signifikan.
Dikatakannya, sebagian besar kebakaran disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran lahan. Kondisi cuaca panas dan minim hujan turut mempercepat penyebaran api.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas serta berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
“Upaya pencegahan sangat penting melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terus berulang,”
pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







