Paras Perbatasan Mulai Dipadati PKL, Pemkab Ingatkan Jaga Kebersihan dan Ketertiban

Nunukan53 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kawasan ruang terbuka publik Paras Perbatasan di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, mulai dipadati Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan dagangannya terutama pada sore hari. Aktivitas ini pun menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Camat Nunukan Selatan, Ramsidar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengundang seluruh pelaku usaha yang berjualan di kawasan tersebut untuk memberikan sosialisasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang dan tidak menyuruh, namun mengharapkan agar para pedagang menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

“Kita tidak melarang ataupun menyuruh mereka berjualan, tapi yang penting saat berjualan harus tertib dan ramah lingkungan. Jangan sampai mencemari lingkungan,” kata Ramsidar, Kamis (31/7/2025).

Baca Juga :  Pupuk Subsidi di Nunukan Bermasalah, DKPP Soroti Data Petani hingga Distribusi

Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan lokasi berjualan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

“Kita juga ingatkan, jangan berjualan terlalu dekat dengan badan jalan. Ini bisa menyebabkan kemacetan bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Apalagi jika sampai menggunakan bahu jalan, ini sangat berisiko,” tambahnya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah kecamatan bersama kelurahan dan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat segera mengambil langkah dengan melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan di kawasan Paras Perbatasan.

Baca Juga :  Harga Rumput Laut di Nunukan Jatuh saat Produksi Melimpah, Kini Diangka Rp20 Ribu per Kg

“Sebelum tempat ini jadi kumuh dan muncul masalah, kita beri pemahaman sejak awal. Ini langkah preventif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 07 Kelurahan Selisun, Edy Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memantau aktivitas pedagang jauh sebelum pihak kecamatan turun tangan. Ia juga menyoroti kurangnya koordinasi pada saat digelarnya event tingkat kabupaten seperti senam dan lomba lari, yang meninggalkan sampah berserakan hingga masuk ke parit.

“Sangat disayangkan, acara besar malah meninggalkan masalah kecil seperti sampah. Harusnya ada koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar pasca kegiatan area tetap bersih,” ujar Edy.

Baca Juga :  Daerah Pemasok Alami Kekeringan, Harga Cabai di Nunukan Tembus Rp 120 Ribu per Kg

Edy juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang bagi para pedagang kaki lima dengan menyediakan ruang atau lokasi khusus yang layak dan tertata.

“Kalau bisa pedagang difasilitasi dengan tempat yang tepat. Bukan berarti harus di sini, tapi jika tidak ada pedagang, kawasan ini juga akan sepi. Jadi, perlu solusi yang adil,” pungkasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *