Jadi Penyangga IKN, Ini yang Harus Disiapkan Kaltara Menurut Ekonom

benuanta.co.id, TARAKAN – Kalimantan Utara (Kaltara) berpotensi besar sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain terbilang jadi provinsi yang paling dekat, Kaltara juga dapat berperan andil dalam kebutuhan pasar ibu kota baru tersebut.

Nantinya, wilayah tersebut akan menjadi ruang baru bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan aktivitas layaknya kota lainnya. Dari segi ekonomi hal ini terbilang sangat menguntungkan bagi wilayah di sekitar IKN. Pakar Ekonomi Kaltara, Dr. Margiyono, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Kaltara harus mampu membaca peluang pasar karena tak sedikit wilayah yang akan ikut andil dalam lokasi baru tersebut.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Dorong Generasi Muda Promosikan Budaya dan Pariwisata Daerah

Misalnya wilayah Penajam dalam hal ini wilayah asli daerah IKN akan dibangun.

“Nanti sekitarnya (IKN) akan ada usaha-usaha, jadi posisi Kaltara nanti akan menopang ketika sudah ada andil dari wilayah sekitar, karena Kaltara wilayahnya agak jauh,” jelasnya saat dihubungi, Senin (8/8/2022).

Ia menuturkan, terlebih lagi wilayah Kaltara tidak semua dapat ditempuh dengan jalur darat seperti wilayah Jabodetabek. Margiyono menegaskan, jika Kaltara tidak piawai dalam bermain peran nanti nya akan bernasib seperti Jakarta dan Pulau Seribu.

Baca Juga :  Tarif Tiket Pesawat Penyumbang Terbesar Inflasi Tarakan pada Mei 2026

“Pulau seribu ada di Jakarta, tapi dampak perkembangan Jakarta tidak dapat menarik secara signifikan Pulau Seribu padahal itu yang ada di Pulau Jakarta,” tukasnya.

Dosen Ekonomi Universitas Borneo Tarakan itu juga menyebut bahwa nantinya yang akan lebih berpotensi ialah wilayah yang berbatasan langsung dengan Kaltim, seperti wilayah Bulungan yang dapat melalui jalur darat ke Kaltim.

Menyoal penopang dari segi pangan, Margiyono menerangkan, bahwa tentu pemerintah daerah yang berada di sekitar IKN juga turut mengambil peran. Mengingat, Kaltara hanya kaya dari segi kualitas Sumber Daya Alam (SDA) seperti ikan.

Baca Juga :  12 Pelajar Kaltara Lolos Seleksi SMA Unggul Garuda, Sekprov: Sangat Ketat dan Kompetitif

“Setiap daerah memiliki kewenangan mengatur daerahnya, jadinya bisa bersaing antar daerah. Nantinya daerah membangun sesuai tingkat kemampuannya juga. Kalau antar daerah bersaing jadi kesempatan itu diambil oleh wilayah yang terdekat,” bebernya.

“Jadi tergantung lagi besaran investasi di daerah itu, semakin besar investasi maka multiplayer nya itu akan semakin besar juga. Misalnya dari belanja pemerintah akan disambut misalnya oleh investasi swasta dan masyarakat,” sambung dia. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *