Ini Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap dua fenomena atmosfer menjadi pemicu meningkatnya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kalimantan Utara dalam beberapa hari terakhir. Kedua fenomena tersebut yakni aktifnya gelombang Kelvin dan pertumbuhan bibit siklon tropis 92W di perairan timur Filipina.

Forecaster BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra menjelaskan, gelombang Kelvin mulai memengaruhi wilayah Kalimantan Utara sejak 21–22 Juli 2026. Fenomena atmosfer tersebut menyebabkan kelembapan udara meningkat drastis hingga lapisan atmosfer pada ketinggian 700 milibar (mb), dengan kelembapan relatif mencapai sekitar 90 persen.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Inventarisasi Aset Daerah Senilai Rp8,8 Triliun untuk Perkuat Tata Kelola

“Potensi aktifnya gelombang Kelvin di Kalimantan Utara berlangsung hingga 23 Juli 2026 dan diprediksi bergerak ke timur meninggalkan Kalimantan Utara pada 24 hingga 25 Juli 2026,” ujarnya.

Selain itu, pertumbuhan bibit siklon tropis 92W di perairan timur Filipina juga memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca di Kalimantan Utara. Keberadaan bibit siklon tersebut membentuk belokan angin di wilayah Kaltara yang mempermudah proses pembentukan awan hujan.

Menurutnya, kombinasi kedua fenomena tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif yang didukung kelembapan relatif udara yang tinggi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus.

Baca Juga :  65 Persen Pembayaran di Pelabuhan se-Kaltara Sudah Terapkan QRIS

Seiring kondisi tersebut, BMKG menetapkan prakiraan cuaca Kalimantan Utara pada 23–25 Juli 2026 berada pada level waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat. Pada 23 Juli 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kota Tarakan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Malinau.

Pada hari yang sama juga terdapat potensi angin kencang di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan. Selanjutnya pada 24 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Bulungan. Sementara pada 25 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan Kaltara Turun, Kini Jadi 5,47 Persen

Kendati potensi hujan masih cukup tinggi, kondisi perairan Kalimantan Utara masih relatif aman. BMKG mencatat ketinggian gelombang laut masih berada dalam kategori rendah, yakni di bawah 1,25 meter. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *