benuanta.co.id, BULUNGAN – Selama pandemi Covid-19 banyak kejadian merugikan yang menyita perhatian. Di antaranya permainan harga obatan, vaksin berbayar dan pemalsuan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara pun memberikan peringatan kepada pelaku usaha agar tidak melakukan hal curang tersebut.
“Terkait penanganan Covid-19, kita di jajaran Reskrim sebagai Satgas penegakan hukum fokus kita agar obat-obatan itu stoknya tidak ada yang dimainkan dan ketersediaannya pun aman,” ungkap Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono, melalui Direktur Reskrimum Polda Kaltara Kombes Pol Jon Wesly Arianto kepada benuanta.co.id, Jumat (8/10/2021) kemarin.
Pihaknya juga akan memastikan fasilitas kesehatan seperti tabung oksigen tetap tersedia dan tidak ada penimbunan. Selama ini Polisi terus memantau agar semuanya tetap terkendali.
“Terutama pada nilai ekonomisnya, kita memantau supaya pasaran harga tidak melebihi HET. Tapi di Kaltara ini hasil penyelidikan semua masih aman, terlebih Covid-19 terus melandai,” ucapnya.
Mantan Kasat Intel Polres Tarakan era 2002 ini mengatakan, jika beberapa waktu belakangan ada beberapa kasus yang menjadi atensinya di Kaltara, yakni vaksin berbayar. Dirinya menegaskan tidak ada toleransi jika ditemukan lagi akan ditindak lebih tegas lagi.
“Atensi kita kepada seluruh Kasat Reskrim Polres jajaran itu agar menjadi perhatian seperti vaksin berbayar, penggunaan hasil PCR palsu dan sebagainya,” bebernya.
Pria yang juga pernah menjabat Aditor Madya TK III Irwasda Polda Jateng ini menyebut, tujuannya melakukan penegakan terhadap penyalahgunaan hasil tes palsu dan vaksin berbayar untuk menekan orang masuk ke Kaltara yang tidak sehat.
“Kita imbau kepada masyarakat dan oknum-oknum yang melakukan tindak pidana baik pemalsuan PCR itu akan kita tindak tegas, tidak pandang bulu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







