Karyawan Terdampak Covid-19, Diusulkan Disnakertrans Dapat Kartu Prakerja

TARAKAN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara terus mendata karyawan yang terdampak wabah Covid-19, seperti karyawan di rumahkan, kena PHK, untuk diusulkan ke pemerintah pusat agar mendapatkan kartu prakerja.

Di tengah pandemi Covid-19, gelombang PHK terus membayangi karyawan. Kepala Bidang Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltara, Asnawi Arbain mengatakan, saat ini mereka sedang mengumpulkan data tentang karyawan dan usaha yang terdampak Covid-19.

“Tidak saja karyawan hotel, tetapi juga karyawan restoran, ojol bahkan UMKM, untuk kami usulkan mendapatkan kartu prakerja yang diprogramkan oleh pemerintah RI melaui kementerian tenaga kerja RI,” ungkap Asnawi kepada benuanta, Senin 13 April 2020.

Baca Juga :  Cari Daun Nipah, Warga Lingkas Ujung Hilang di Kawasan Hutan Karang Anyar Pantai

Menurutnya, dari data yang telah terkumpulkan sementara sekitar 4.000 orang yang akan diusulkan mendapatkan kartu prakerja. Tetapi data ini dapat bertambah lagi menyesuaikan hasil pendataan Disnakertrans Kaltara di lapangan.

“Sudah ada sekitar 4 ribuan data kami. Imbauan kami segera mendaftarkan karyawannya, sedangkan dari segi peraturan ketenagakerjaan, kita abaikan saja karena secara nyata usahanya tidak beroperasi lagi, hanya perlu diberikan pengertian antara kedua belah pihak,” jelas Asnawi.

Baca Juga :  BMKG Imbau Masyarakat Jauhi Pantai Usai Gempa M7,7 Filipina

Untuk mendaftarkan diri ke Disnakertrans Kaltara dapat melalui hotline-nya untuk diteruskan ke Kementerian Tenaga Kerja. “Nanti pihak kementerian lah yang memverifikasi calon penerimanya,” ujarnya.

Sementara itu, data yang diperoleh Disnakertrans Kaltara setelah berkoordinasi  dengan seluruh dinas terkait di antaranya Disnaker, pariwisata, perhubungan, dan Disperindagkop  kabupaten dan kota via surat. Selain itu, Disnakertrans juga menghubungi pihak asosiasi perhotelan yaitu PHRI, komunitas ojek, komunitas barista, komunitas salon atau cukur rambut secara personal.

Baca Juga :  Seorang Pria Pekerja Bidang Navigasi Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

“Misalnya saya punya langganan ngopi di kedai apa, lalu saya minta dia menghubungi teman-teman kedai kopinya yang terdampak,” tutur Asnawi. (*)

Reporter: Ramli
Editor: M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *