Pemprov Klarifikasi Keterlambatan Beasiswa Kaltara Unggul, Ada Perbedaan dari Tahun Lalu

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya memberikan penjelasan terkait keterlambatan informasi pembukaan pendaftaran Program Beasiswa Kaltara Unggul yang sempat dikeluhkan sejumlah mahasiswa.

Keterlambatan pengumuman tersebut membuat banyak mahasiswa kesulitan mengurus persyaratan administrasi karena waktunya dinilai terlalu singkat. Bahkan, sebagian mahasiswa yang sedang menjalani libur semester harus kembali ke kampus untuk melengkapi berkas.

Menanggapi hal itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Beasiswa Kaltara Unggul Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kaltara, Basmar, mengakui keterlambatan tersebut terjadi akibat kendala teknis dan miskomunikasi dengan pihak perguruan tinggi.

Baca Juga :  Jaringan Internet Belum Merata Jadi Tantangan Perluasan QRIS di Perbatasan Kaltara

“Memang ada kesalahan dari Biro Kesra sendiri dan juga terjadi kesalahan komunikasi dengan pihak kampus, sehingga informasi pembukaan beasiswa terlambat disampaikan,” kata Basmar Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Beasiswa Kaltara Unggul tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Salah satu perubahan yang diterapkan adalah hanya mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah memiliki kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kaltara yang dapat mengikuti program tersebut.

Baca Juga :  HANI 2026, BNNP Kaltara Perkuat Pengawasan Pelabuhan dan Bandara dari Ancaman Narkoba

Menurut Basmar, mekanisme program ini juga berbeda dengan beasiswa pada umumnya. Seluruh proses mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi hingga verifikasi berkas dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi.

“Beasiswa Kaltara Unggul ini berbeda dengan beasiswa umum. Proses pendaftaran, seleksi administrasi, sampai verifikasi berkas dilakukan oleh kampus masing-masing,” ujarnya.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT), Priskila Adelia Patiung, meminta agar pelaksanaan Beasiswa Kaltara Unggul dievaluasi. Ia berharap informasi pembukaan pendaftaran dapat diumumkan lebih awal setiap tahun agar mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan seluruh persyaratan.

Baca Juga :  HIMPSI Kaltara: LGBT Belum Dinormalisasi dalam Perspektif Psikologi di Indonesia

Selain itu, ia juga meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan yang membatasi penerima beasiswa hanya bagi mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemprov Kaltara. Menurutnya, masih banyak mahasiswa asal Kalimantan Utara yang kuliah di luar daerah atau di kampus yang belum memiliki MoU, tetapi tetap berprestasi dan layak mendapatkan kesempatan yang sama. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *