benuanta.co.id, TARAKAN – Upaya memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia di wilayah perbatasan terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya ditandai dengan peluncuran Gerakan Kapal Migran, sebuah gerakan yang berfokus pada edukasi migrasi aman, pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta pemberdayaan keluarga pekerja migran di Kalimantan Utara.
Gerakan tersebut dideklarasikan dalam rangkaian Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional dan Diklatsar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan, Kamis (30/7/2026).
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara, Asnawir, S.E., M.Pd., mengatakan Gerakan Kapal Migran lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan pekerja migran yang masih menjadi tantangan di daerah perbatasan.
“Hari ini kami mendeklarasikan sebuah gerakan bersama para pemuda Kalimantan Utara untuk Migran Aman yang kami beri nama Gerakan Kapal Migran,” ungkapnya.
Menurut Asnawir, Gerakan Kapal Migran tidak hanya menjadi simbol, tetapi merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mengambil peran dalam melindungi calon pekerja migran Indonesia. Gerakan ini juga diharapkan menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Migran Aman.
“Gerakan Kapal Migran bukan sekadar sebuah nama, tetapi ajakan kepada seluruh pemuda Kalimantan Utara untuk bersama-sama melindungi calon pekerja migran dan mendukung Gerakan Nasional Migran Aman,” katanya.
Ia menjelaskan, peluncuran gerakan tersebut sengaja dirangkaikan dengan seminar nasional agar setiap program yang dijalankan nantinya benar-benar berangkat dari kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, berbagai langkah yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Kalimantan Utara yang menjadi daerah perbatasan.
“Kami akan berdiskusi lewat seminar nasional agar setiap langkah yang kita ambil benar-benar berangkat dari pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, khususnya di Kalimantan Utara,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom., menyambut baik lahirnya Gerakan Kapal Migran. Menurutnya, Kalimantan Utara memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi salah satu jalur utama perlintasan pekerja migran Indonesia menuju Malaysia.
“Kalimantan Utara ini adalah hub utama dari perlintasan-perlintasan yang membentang dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia,” katanya.
Dzulfikar menjelaskan, pekerja migran yang melintas melalui Kalimantan Utara tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah lain seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut membuat upaya perlindungan harus dilakukan sejak sebelum calon pekerja migran berangkat ke luar negeri.
“Yang melintas di perbatasan Kalimantan Utara ini tidak hanya dari kepulauan sekitar, tetapi juga saudara-saudara kita dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” bebernya.
Ia berharap Gerakan Kapal Migran dapat berkembang menjadi wadah edukasi sekaligus pendampingan bagi calon pekerja migran. Menurutnya, keberadaan gerakan tersebut juga dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kasus deportasi maupun penempatan pekerja migran secara nonprosedural yang masih kerap terjadi.
“Harapan terbesar kita lewat Kapal Migran ini tidak hanya sekadar menjadi ajang edukasi, tetapi juga menjadi jawaban terhadap ramainya deportasi-deportasi yang dilakukan. Mudah-mudahan inisiasi Kapal Migran ini bisa disambut positif oleh teman-teman di perlintasan atau hub pekerja migran di wilayah-wilayah lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dzulfikar memastikan pemerintah akan mendukung peningkatan kapasitas pekerja migran melalui berbagai program pelatihan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar pekerja migran Indonesia memiliki kompetensi yang lebih baik sebelum bekerja ke luar negeri.
“Program pelatihan pasti ada, karena itu sudah menjadi bagian dari direktif Bapak Presiden Prabowo Subianto,” terangnya.
Dalam deklarasi tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tarakan, Harjo Solaika, dipercaya sebagai Nakhoda Kapal Migran. Ia memimpin pembacaan naskah deklarasi yang menjadi komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia melalui berbagai langkah nyata.
“Dengan memohon rahmat dan rida Allah SWT serta dilandasi semangat kebangsaan, kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial dalam melindungi pekerja migran Indonesia, kami pemuda Kalimantan Utara menyatakan ikrar,” ucapnya.
Dalam ikrar tersebut, Gerakan Kapal Migran berkomitmen menjadi pelopor literasi hukum dan migrasi aman bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, gerakan ini juga siap menjadi mitra dalam pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penempatan pekerja migran secara nonprosedural.
“Kami menjadi pelopor literasi hukum dan migrasi aman bagi masyarakat, khususnya generasi muda serta menjadi mitra pencegahan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dan penempatan pekerja migran secara nonprosedural,” katanya.
Gerakan Kapal Migran juga berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja migran serta memanfaatkan media digital secara bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi mengenai migrasi aman dan menangkal berbagai bentuk penipuan.
Harjo menegaskan gerakan tersebut akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan sistem migrasi yang aman dan bermartabat.
“Dengan semangat Kapal Migran, kami siap menjadi penggerak perubahan, memperkuat kolaborasi, serta mengawal terwujudnya migrasi yang aman, terlindungi, dan bermartabat. Bersama Pemuda Kalimantan Utara, Migran Aman, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







