benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 11 pelajar terbaik asal Kalimantan Utara (Kaltara) kini resmi memulai perjalanan pendidikan mereka di SMA Unggul Garuda, sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program strategis nasional untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Para siswa tersebut telah diberangkatkan menuju lokasi pendidikan masing-masing setelah berhasil melewati proses seleksi nasional yang berlangsung sangat kompetitif.
Keberhasilan para peserta didik tersebut menjadi capaian penting bagi dunia pendidikan di Kalimantan Utara. Dari total 12 siswa yang sempat dinyatakan lolos seleksi, satu orang memilih tidak melanjutkan karena diterima di SMA Taruna Nusantara, sehingga peserta asal Kaltara yang menjalani pendidikan di SMA Unggul Garuda berjumlah 11 orang.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mengungkapkan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelajar Kaltara memiliki kemampuan bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, kesempatan belajar di SMA Unggul Garuda harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bekal untuk melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap seluruh peserta didik fokus menimba ilmu, menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, serta membawa nama baik keluarga dan Provinsi Kalimantan Utara. Setelah menyelesaikan pendidikan nanti, kembalilah untuk membangun daerah ini dengan ilmu dan dedikasi yang dimiliki,” ungkapnya, Rabu (15/7/2026) saat momen pelepasan di SMAN 1 Tarakan lalu.
Seleksi menuju SMA Unggul Garuda dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penilaian konsistensi prestasi akademik berdasarkan rapor semester satu hingga semester lima, dilanjutkan dengan psikotes dan wawancara. Mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan peserta yang diterima tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesiapan mengikuti pendidikan berstandar nasional.
“Seleksinya dilakukan secara ketat sehingga yang terpilih benar-benar merupakan siswa terbaik yang dimiliki Kalimantan Utara,” bebernya.
Dari sisi asal daerah, peserta didik yang dinyatakan lolos berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Kabupaten Bulungan menjadi penyumbang terbanyak dengan enam siswa, disusul Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau masing-masing dua siswa, serta Kabupaten Nunukan satu siswa. Sebaran tersebut dinilai mencerminkan potensi pendidikan yang berkembang di berbagai wilayah Kaltara.
“Ini membuktikan bahwa anak-anak kita dari berbagai daerah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional,” terangnya.
Pada angkatan pertama ini, penempatan siswa sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya membangun keberagaman dan memperkuat interaksi antardaerah. Sebanyak sembilan siswa ditempatkan di SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, sedangkan dua siswa lainnya menjalani pendidikan di SMA Unggul Garuda Belitung Timur, Bangka Belitung.
“Penempatan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat agar para siswa dapat beradaptasi dan belajar bersama peserta didik dari berbagai provinsi di Indonesia,” bebernya.
Khusus enam siswa yang nantinya menjadi angkatan perdana SMA Unggul Garuda Bulungan, proses pembelajaran untuk sementara dilaksanakan di Konawe Selatan. Skema tersebut diberlakukan sambil menunggu pembangunan kampus SMA Unggul Garuda di Tanjung Selor rampung dan memperoleh rekomendasi operasional dari tim pemerintah pusat.
“Setelah pembangunan selesai dan dinyatakan siap digunakan, para siswa yang menjadi bagian SMA Unggul Garuda Bulungan akan melanjutkan kegiatan belajarnya di Kalimantan Utara,” tuturnya.
Gubernur Zainal menegaskan pembangunan SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara terus berjalan dan menjadi salah satu prioritas nasional. Ia optimistis fasilitas pendidikan yang dibangun akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia sehingga mampu mendukung proses belajar peserta didik secara maksimal.
“Kami bersyukur Kalimantan Utara dipercaya menjadi salah satu dari sedikit provinsi yang memperoleh pembangunan SMA Unggul Garuda. Dengan kualitas fasilitas yang sedang dibangun, kami optimistis sekolah ini akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dan menjadi pusat lahirnya generasi unggul dari daerah perbatasan,” tegasnya.
Adapun enam peserta didik yang nantinya akan melanjutkan pendidikan di SMA Unggul Garuda Bulungan setelah pembangunan selesai yakni Andra El Karem Ahmad, Ahmad Zunnur Fayyadh, Agistha Ramadhina, Imandine Lukas Putri, Nazwa Salsabila Ruslan, dan Putra Pangestu Simamora.
Sementara tiga peserta didik yang menempuh pendidikan di SMA Unggul Garuda Konawe Selatan adalah Arinacacia Donita Belva Samosir, Dzafir Hanan Jauhari, dan Idrawan. Sedangkan dua peserta didik lainnya, Steven Steffandy Spiner dan Clara Zefanya Simbolon, menjalani pendidikan di SMA Unggul Garuda Belitung Timur. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







