benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mulai memfokuskan program pelatihan kerja pada bidang tenaga pengamanan atau security pada tahun 2026.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan angka pengangguran yang masih berada di kisaran 6 persen di Kaltara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Kaltara, H. Asnawi mengatakan pelatihan kerja yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan kemampuan anggaran daerah.
“Tahun ini kita fokus pelatihan security sesuai kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, program pelatihan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbesar peluang masyarakat memperoleh pekerjaan.
Sebelumnya, Disnakertrans Kaltara juga telah membuka pelatihan welder serta sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) umum bagi pencari kerja di daerah.
Selain pelatihan, Disnakertrans juga terus membangun komunikasi dengan berbagai perusahaan guna mengetahui kebutuhan tenaga kerja yang sedang dibutuhkan. Informasi tersebut nantinya akan disalurkan melalui pelaksanaan job fair.
“Kita cari informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, nanti kita buka lewat job fair sesuai kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Asnawi menjelaskan angka pengangguran di Kaltara dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya menunjukkan tren penurunan meski belum signifikan.
“Dari tahun ke tahun ada penurunan, walaupun belum signifikan,” tambahnya.
Dirinya berharap masyarakat, khususnya mahasiswa dan calon pencari kerja, dapat meningkatkan kemampuan tambahan di luar pendidikan formal agar lebih siap menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
Kemampuan seperti penguasaan teknologi, sertifikasi keahlian, hingga bahasa asing dinilai menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







